Skuter Matik Terabas Genangan, Waspada Air Masuk Gardan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mendorong motornya yang mogok saat menerobos banjir di Perumahan Bukit Cengkeh 2, Depok, 21 Februari 2017. ANTARA FOTO

    Pengendara mendorong motornya yang mogok saat menerobos banjir di Perumahan Bukit Cengkeh 2, Depok, 21 Februari 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim hujan telah tiba. Nah, perlu waspada bagi pengguna skuter matik saat melibas jalan yang tergenang air hujan. Bukan tanpa alasan, skuter matik memiliki gardan yang jika terendam air genangan bisa menyebabkan kerusakan.

    Gardan pada skuter matik memiliki fungsi vital sebagai tempat komponen-komponen transmisi bekerja. Oli atau minyak pelumas berfungsi melindungi komponen-komponen transmisi yang saling bergesekan di dalam boks gardan. 

    Nah, jika oli di dalam gardan ini tercampur air hujan, bisa merusak komponen jeroan gardan. Menurut Surnayo, pemilik bengkel sepeda motor di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, oli yang tercampur air hujan tidak mampu melumasi secara maksimal komponen-komponen di dalam gardan dan berpotensi untuk saling mengunci. 

    “Ya, ngunci, macet. Gardan harus dibongkar,” kata Sunaryo, pemilik bengkel sepeda motor di kawasan Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.

    Sunaryo juga mengingatkan pemilik skutik berhati-hati saat melintasi jalanan dengan genangan air yang cukup tinggi dan merendam gardan. Sebab, mungkin air dapat masuk ke gardan dan menyebabkan kerusakan.

    “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya langsung saja motor dibawa ke bengkel terdekat dan ganti oli gardan,” ujarnya.

    Biaya kuras oli gardan bercampur air juga terbilang murah. Di bengkel miliknya, Sunaryo mematok harga Rp 125-150 ribu, tergantung jenis skuter matiknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.