Menguji Toyota C-HR Hybrid di Tol Layang Japek II: BBM Makin Irit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota C-HR Hybrid. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota C-HR Hybrid. TEMPO/Wawan Priyanto

    Kembali ke speed limit 80 kilometer per jam. Angka itu merupakan batas kecepatan maksimum yang disarankan saat melintasi Tol Layang Japek II. Menariknya, di beberapa titik dengan kecepatan itu, motor listrik mengambil alih peran mesin konvensional. Artinya, mesin mobil otomatis akan mati dan penggerak beralih ke baterai yang disalurkan melalui motor listrik.

    Ketika baterai menipis, mesin akan kembali mengambil alih peran penggerak. Saat mesin menyala, akan menyalurkan tenaga ke roda penggerak depan dan sekaligus mengisi baterai mobil. Sederhananya, saat berakselerasi (penuh) mesin akan berperan menggerakkan roda. Saat melaju dalam mode eco driving (di bawah 60 kilometer per jam, baterai mobil menggerakkan motor listrik).

    Cluster meter Toyota C-HR Hybrid, 255,2 kilometer dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 19,6 kilometer per liter. TEMPO/Wawan Priyanto

    Seperti diketahui, Toyota C-HR Hybrid adalah kendaraan yang menggunakan teknologi Toyota Hybrid dengan dua motor penggerak yaitu Internal Combution Engine (ICE) dan motor listrik.

    Kehadiran kendaraan ini memberikan pilihan baru kepada penggemar kendaraan SUV berbasis crossover yang juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

    Toyota C-HR Hybrid didukung mesin 2ZR-FXE 1.8L dengan output 100 PS yang dikombinasikan motor listrik (teknologi hybrid generasi keempat) berkekuatan 36 PS. Sebagai kendaraan elektrifikasi ramah lingkungan, konsumsi bahan bakar Toyota C-HR Hybrid lebih efisien 62 persen dibandingkan varian konvensional sehingga emisi CO2-nya diklaim lebih rencah 60 persen dibanding model bensin.

    "Menghitungnya sederhana, untuk konsumsi bahan bakar 1:13 untuk mobil bensin dan 1:20 untuk mobil hybrid," kata Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmi Suwandy beberapa waktu lalu.

    Mantan pembalap Formula 1 asal Indonesia yang juga menjadi pembeli pertama Toyota C-HR Hybrid, Rio Haryanto, mengakui bahwa suspensi SUV futuristik ini pas saat digunakan untuk melaju di jalan bergelombang seperti di Tol Layang Japek II. "Suspensinya sangat pas, tidak terasa pada saat ada tanggulan juga tidak lompa-lompat. Smooth sekali pokoknya," kata dia beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H