Lebih Tinggi Mana Kasta Harley Eks Bos Jiwasraya atau Garuda?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor Harley Davidson yang diselundupkan pada pesawat Garuda Indonesia, saat diperlihatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Motor Harley-Davidson tersebut adalah seri Electra Glide Shovelhead. Tempo/Tony Hartawan

    Motor Harley Davidson yang diselundupkan pada pesawat Garuda Indonesia, saat diperlihatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Motor Harley-Davidson tersebut adalah seri Electra Glide Shovelhead. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah petinggi BUMN yang disorot terkait kasus yang membelitnya sama sama memiliki hobi mengkoleksi motor Harley-Davidson.

    Jika eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara disorot karena menyelundupkan seri Electra Glide Shovelhead 1970, belakangan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo disorot tengah mejeng bersama Harley-Davidson jenis Fat Boy.

    Antara dua jenis Harley bos BUMN itu, mana motor dengan kasta yang lebih tinggi, milik eks bos Garuda atau bos Jiwasraya?

    “Tidak bisa dibandingkan antara keduanya, kalau punya (eks Dirut) Garuda kemarin kan barang klasik, nah ini yang (ditunggangi eks bos) Jiwasraya masuk kategori (Harley) modern,” ujar Pengurus Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) DI Yogyakarta Eka Wiyandi Selasa 31 Desember 2019.

    Mantan Direktur Investasi PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo berpose di atas motor Harley Davidson. Foto istimewa

    Seri Harley Fat Boy eks bos Jiwasraya lansiran kurun waktu 2000-2006, sedangkan eks bos Garuda merupakan lansiran tahun 1970-an.

    “Mungkin semahal-mahalnya harga Fat Boy (bekas), tetap nggak akan bisa mengalahkan (kasta) punya eks Dirut Garuda itu, sudah beda generasinya,” ujarnya.

    Eka membeberkan jika Harley-Davidson Electra Glide Shovelhead 1970 eks bos Garuda itu harganya saat dilansir disesuaikan dengan nilai tukar uang saat ini, diyakini tetap di atas Fat Boy saat keluar pertama.

    Harga baru Fat Boy sendiri disebut saat baru bisa mencapai miliaran rupiah. Namun dengan kondisi bekas dan masih lengkap surat-suratnya harganya anjlok kurang dari separuhnya. Fat Boy, menurut Eka masuk jajaran Harley medium atau kelas menengah untuk produk modern.

    Adapun Electra Glide yang merupakan seri klasik harganya tak bisa diukur tergantung pemilik mau melepasnya atau tidak. Bisa saja lebih murah atau lebih tinggi tergantung kondisinya. Electra Glide sendiri juga masuk kelas Harley medium di masanya. “Jadi seri klasik dan modern tak bisa di compare,” ujar Eka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.