Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Disebut Kabur Meski Dijaga Ketat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan eksekutif Nissan Motor Carlos Ghosn berpose dengan mobil konsep Land Glider, dalam Tokyo Motor Show di Chiba, sebelah timur Tokyo, Jepang (21/10). (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

    Pimpinan eksekutif Nissan Motor Carlos Ghosn berpose dengan mobil konsep Land Glider, dalam Tokyo Motor Show di Chiba, sebelah timur Tokyo, Jepang (21/10). (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, entah bagaimana melarikan diri dari Jepang dan mengungsi di Lebanon, demikian dilaporankan The New York Times, Selasa, 31 Desember 2019.

    Ghosn telah ditahan di Jepang sejak penangkapannya pada bulan November 2018 dan sedang menunggu persidangan pada bulan April 2020 atas tuduhan pelanggaran keuangan ketika dia menjabat sebagai orang nomor satu di Nissan Motor Corporation.

    Ghosn dibebaskan setelah membukukan uang jaminan US$ 9 juta pada awal 2019, tetapi ia diawasi dengan ketat oleh pihak berwenang dan harus menyetujui sejumlah persyaratan ketat, termasuk menyerahkan paspornya. Dia juga tidak memiliki akses ke internet atau email dan diberitahu bahwa dia harus tinggal di Tokyo.

    Surat kabar Libanon Al-Joumhouriya mengklaim bahwa Ghosn mendarat di Beirut dengan jet pribadi dari Turki. Keterangan masih menjadi pertanyaan dan kabarnya sedang diinvestigasi bagaimana mantan eksekutif industri itu dapat meninggalkan Jepang.

    Seseorang dengan pengetahuan yang dekat dengan masalah ini menegaskan Ghosn bersama istrinya Carole di rumahnya dengan penjagaan aparat bersenjata di luar rumah. Namun, ia tetap bisa melarikan diri hingga mendarat di Libanon. 

    Ghosn disebut memiliki tiga kewarganegaraan, yakni, Prancis, Brasil, dan Libanon. Libanon disebut tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jepang yang berarti tidak mungkin ia akan dipaksa untuk kembali ke Jepang. Dia juga memiliki dukungan publik yang kuat di seluruh negeri.

    Perwakilan dari jaksa penuntut Jepang, kedutaan Libanon di Tokyo dan Washington, maupun dari Nissan tidak berkomentar.

    Pada tahap awal ini, tidak jelas apakah Ghosn melarikan diri dari Jepang atau apakah dia mencapai kesepakatan dengan jaksa penuntut. Satu orang tak dikenal mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Ghosn tidak percaya dia akan mendapatkan pengadilan yang adil di Jepang dan "lelah menjadi sandera politik industri."

    Ghosn telah didakwa atas empat tuduhan di Jepang; dua di antaranya merupakan tuduhan gagal mengungkapkan puluhan juta dolar sebagai kompensasi ditangguhkan, sementara dua kasus lainnya merupakan tuduhan pria 65 tahun itu mengalihkan uang perusahaan untuk keuntungan pribadi. Carlos Ghosn menyangkal semua dakwaan dan menghadapi tuntutan 15 tahun penjara. 




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.