Balap Semalam Suntuk Malam Tahun Baru, Tuan Rumah Kuasai Podium

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balapan semalam suntuk malam tahun baru di Yogyakarta. 31 Desember 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Balapan semalam suntuk malam tahun baru di Yogyakarta. 31 Desember 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Pembalap nasional asal Yogyakarta Syamsul Arifin sukses menguasai podium dalam ajang balap motor tingkat nasional semalam suntuk bertajuk VSC-Old New Year Nite Race 2020 yang dihelat di sirkuit Mandala Krida Yogya, Selasa malam, 31 Desember 2019 hingga Rabu dinihari 1 Januari 2020. Balapan yang digelar bersamaan dengan malam tahun baru ini cukup menarik pengunjung di Yogyakarta. 

    Syamsul yang merupakan pembalap PON DIY itu menjadi jawara untuk dua kelas bergengsi sekaligus yakni juara pertama untuk kelas kejurnas bebek 150 cc 4 tak tune up mix (MP1 open) dan juara kedua untuk kelas kejurnas bebek 125 cc 4 tak tune up mix (MP2 open).

    Dalam perhelatan yang diikuti 242 pembalap atau 346 starter dari berbagai daerah di Indonesia itu, Syamsul membawa bendera tim Canasta RBRT YVRT MKO PSD Rica Racing Team.

    Syamsul sendiri bersaing ketat dengan sejumlah pembalap kawakan lain ketika bertarung di kelas kejurnas bebek 150 cc 4 tak tune up mix (MP1 open). Ia terus ditempel dua rival dekatnya yang juga pembalap nasional asal Yogya M Hildan dari tim Kopi Opak #29 dan Gupito Kresna.

    Namun kepiawaian Syamsul menukik di tikungan menjadi nilai lebihnya sehingga pembalap dengan nomor start 91 tetap mampu finis terdepan di akhir putaran. Adapun pembalap Yogya M. Hildan harus puas di posisi kedua dan Gupita di posisi keempat. Peraih podium ketiga dari kelas 150 cc itu direbut pembalap asal Kalimantan Selatan, Adiet Herianoor.

    Syamsul Arifin hanya sedikit kurang beruntung kala bertarung di kelas kejurnas bebek 125 cc 4 tak tune up mix (MP2 open). Putaran awal yang sempat ia kuasai berhasil direbut paksa oleh pembalap asal Surakarta Agus Kempul yang akhirnya dinobatkan naik podium utama.

    Penyelesaian di beberapa tikungan di kelas itu yang kurang apik membuat Syamsul kesulitan menyusul Agus. Syamsul pun harus puas menduduki peringkat kedua di kelas 125 cc itu disusul podium ketiga hingga kelima diraih Idris SM (Madura), Irfan Riyadhoh (Kebumen) dan Rexzy Kepo (Magetan).

    Pembalap Yogya, M Hildan yang sempat dikalahkan Syamsul Arifin di kelas MP1 open, akhirnya berhasil memperbaiki prestasinya di kelas bebek 150 cc 4 tak tune up mix pemula A (MP3).

    Di kelas ini M Hildan berhasil menempati podium utama di mana posisi keduanya juga diraih pembalap Yogya, Hafid Pratama disusul Benaya Farel (Sragen), Irfan Riyadhoh (Kebumen) dan Adieta Herianoor (Kalimantan Selatan).

    Pembalap Yogya Hafid Pratama sendiri setelah hanya sukses menjadi runner-up di kelas pemula A MP3, berhasil merebut juara utama untuk kelas kejurnas bebek 125 cc 4 tak tune up mix pemula A (MP4). Bahkan Hafid Pratama juga merebut peringkat pertama di kelas bebek 116 cc 2 tak standard pemula lokal DIY dan juara kelas bebek 116 cc 2 tak TU (underbone) open.

    Ketua panitia ajang itu, Najib M Saleh mengatakan walau gelaran balapan semalam suntuk itu sudah berlangsung 20 tahun berturut tanpa putus, namun animo peserta tak pernah berkurang.

    Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia diantaranya Aceh, Kalimantan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Medan.

    “Paling jauh tahun ini dari Aceh, ada dua pembalap,” ujarnya.

    Nadjib menuturkan, ajang ini diminati banyak peserta karena  mungkin masih menjadi satu-satunya kejuaraan balap motor nasional menyambut tahun baru yang masih bertahan.

    Ajang yang baru selesai pukul 04.00 WIB itu sempat jeda saat malam tahun baru untuk doa bersama dan menggelar pesta kembang api tepat pukul 00.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.