Blue Bird Akan Menambah 200 Unit Armada Taksi Listrik Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menjajal Taksi Listrik Bluebird BYD dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pamulang. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Menjajal Taksi Listrik Bluebird BYD dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pamulang. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Blue Bird Tbk. merupakan perusahaan jasa taksi yang pertama kali menggunakan mobil listrik sebagai armadanya. Tahun ini, mereka akan menambah sedikitnya 200 unit armada mobil listrik.

    Head of Investor Relation Blue Bird Michael Tene mengatakan bahwa penambahan 200 unit mobil listrik tersebut akan digunakan sebagai armada Blue Bird. Saat ini, Blue Bird menggunakan mobil listrik BYD buatan Cina dan Silver Bird menggunakan Tesla asal Amerika Serikat.

    “Untuk 2020 kami akan tetap menggunakan BYD untuk armada EV [electric vehicle] regular taxi Blue Bird dan Tesla untuk Silver Bird. Kami merencanakan untuk menambah 200 unit EV untuk Blue Bird. Untuk Silver Bird kami sedang kaji penambahannya,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

    Adapun, saat ini Blue Bird memiliki 29 unit armada mobil listrik. Sebanyak 25 unit di antaranya adalah mobil listrik BYD E6 yang digunakan untuk taksi reguler, sedangkan empat lainnya adalah Tesla Type X yang digunakan untuk Silver Bird.

    Dia menjelaskan, secara total Blue Bird pada 2019 mengoperasionalkan sekitar 29.000 unit kendaraan, baik untuk taksi, rental, maupun bus. Menurutnya, jumlah tersebut tidak banyak berubah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    “Untuk tahun 2020 pemesanan kendaraan kami akan tergantung pada berapa banyak unit yang akan gantikan dan melihat juga peluang di pasar untuk kesempatan mengembangkan armada baik untuk taksi, rental, dan bus,” katanya.

    Selain penambahan unit mobil listrik, Blue Bird juga akan berfokus pada model mobil multiguna atau multipurpose vehicle (MPV) dalam menambah armada taksi pada tahun depan. Menurutnya, hal ini dilakukan sesuai dengan selera konsumen saat ini yang lebih menyenangi model tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.