Isuzu Panther Jago Terabas Banjir, Simak Kelebihannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video saat mobil Isuzu Panther menembus banjir. Sumber: Facebook

    Cuplikan video saat mobil Isuzu Panther menembus banjir. Sumber: Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Departemen Service Astra Isuzu, Anjar Kisworo menjelaskan ihwal Isuzu Panther yang menjadi perbincangan selama Jabodetabek dilanda banjir. Selain karena posisi air intake, sejumlah komponen mobil ini juga diklaim memiliki kemampuan adaptif terhadap berbagai kondisi jalan dan cuaca.

    Pertama, kata dia, mesin Panther menggunakan direct-injection diesel 4JA1-L dengan suplai turbo charger. Mesin itu diklaim tangguh dan andal melibas berbagai kondisi jalan. Termasuk saat banjir, di mana kerja mesin diesel juga disebut relatif lebih tangguh dari mesin bensin.

    "Sistem pembakaran mesin diesel tidak memerlukan pengapian sehingga membuat sistem kelistrikan tidak sekompleks mesin bensin yang memelukan sistem busi, yang membuatnya lebih rawan terkendala dengan air," ujar Anjar dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Jumat, 3 Januari 2019.

    Adapun posisi mesin, air intake, dan sejumlah komponen setiap merek dan tipe unit bisa saja berbeda-beda. Namun khusus untuk Panther, letak air intake dan baterainya cukup tinggi, sehingga udara masuk tidak mudah menyedot air.

    "Posisi saringan udara juga tinggi dan sistem sealed kelistrikannya bagus. Jadi saat mobil berjalan di air akan sulit masuk ke fender dan ruang mesin," ujarnya.

    Meski demikian, Anjar menyarankan agar pengguna mobil tetap berupaya menghindari daerah banjir. Sebab ada banyak faktor eksternal yang dapat menimbulkan kerusakan atau kemacetan kerja sejumlah komponen kendaraan.

    "Ada banyak faktor external, misal lubang yang tidak terlihat, arus air deras, gelombang, dan cipratan air yang dapat menimbulkan kerusakan lain," ujarnya.

    Sebelumnya, Technical Advisor Isuzu Astra, Indarto menjelaskan secara teknis, bahwa selama batterai dan jalur kelistrikan tidak korsleting, serta air intake tidak kemasukan air, maka mobil akan tetap bisa berjalan.

    "Secara teknis, letak air intake Panther membuat aliran air cenderung terbelah dan terdorong ke depan," ujarnya saat dikonfirmasi Tempo, Jumat, 3 Januari 2020.

    Sayangnya, Isuzu Panther hingga saat ini belum ada kejelasan apakah akan diremajakan atau disuntik mati. Dalam berbagai kesempatan, sumber Tempo di Isuzu Indonesia tak bersedia menjawab pertanyaan mengenai masa depan mobil yang pernah menjadi rival kuat Toyota Kijang Innova beberapa tahun lalu. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.