Kuartal Pertama 2020 Penjualan Tesla Model 3 Lewati Nissan LEAF?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla 3 hadir di Indonesia lewat importir umum Prestige Motorcars.

    Tesla 3 hadir di Indonesia lewat importir umum Prestige Motorcars.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuartal pertama tahun ini, Tesla akan menjadi yang pertama sebagai produsen mobil listrik dengan penjualan kumulatif mencapai 1 juta unit.

    Pada 2019, Tesla mencapai rekor penjualan luar biasa untuk Model 3, memberikan lebih dari 300.000 unit kepada pelanggan (secara global). Mengutip laporan Insideevs.com, secara kumulatif Tesla menjual sekitar 448.634 Model 3 (angka sementara) dan sekitar 900.000 total semua mobil sejak 2008.

    Khusus untuk penjualan Model 3 dimulai pada 2017 dengan angka 1.764 unit. Penjualan ini meningkat dratis pada 2018 dengan angka 146.055 unit. Tahun lalu, penjualan naik lebih dari dua kali lipat dengan angka 300.815 unit (termasuk angka di Q4 sebesar 92.550 unit).

    Nissan LEAF (Nissan)

    Nissan LEAF menjadi rival utama Tesla dalam hal penjualan. Nissan mengumumkan pada 5 Maret 2019 bahwa Nissan LEAF mencapai 400.000 (mobil listrik pertama yang mencapai level itu). Jumlah itu merupakan kumulatif sejak penjualan pada Desember 2010.

    Laporan resmi lain dari 25 November 2019 mengatakan lebih dari 430.000 penjualan Nissan LEAF, tetapi angka itu belum resmi keluar dari Nissan Motor Corp. Sangat mungkin akhir 2019 penjualan LEAF berada di sekitar 450.000-460.000 unit.

    Dengan data di atas, menarik untuk menunggu hasil penjualan kedua mobil listrik ini menggaet pembeli.

    Melihat pertumbuhan penjualan Tesla Model 3, termasuk pengiriman unit di Cina yang dimulai pada 30 Desember 2019, kemudian akan menjadi mobil listrik terlaris sepanjang masa (secara kumulatif) dan, mungkin pada akhir Q1 2020, juga yang pertama dengan 500.000.

    Di Indonesia, Nissan LEAF akan dipasarkan mulai pertengahan 2020. Sedangkan Tesla Model 3 sudah dipasarkan sejak beberapa bulan lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).