November 2019 Penjualan Xpander Cross 932 Unit, Rush 5.001 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander Cross. TEMPO/Wira Utama

    Mitsubishi Xpander Cross. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis pada Jumat, 3 Januari 2020, Mitsubishi Xpander Cross mencatat penjualan (wholesales) sebanyak 932 unit.

    Sementara itu, kompetitor di segmen ini seperti Toyota Rush dan Daihatsu Terios mencatat penjualan masing-masing 5.001 unit dan 2.527 unit. Dua model yang juga bermain di segmen yang sama yakni Honda BR-V dan DFSK Glory 560 mencatat penjualan 284 unit dan 96 unit.

    Xpander Cross diluncurkan pada 12 November 2019 di Jakarta. Model ini dipasarkan dengan harga mulai Rp 267,7 juta hingga termahal Rp 286,7 juta. Mitsubishi menargetkan penjualan Xpander Cross mencapai 2.000 unit per bulan.

    Khusus untuk Toyota Rush, penjualan November 2019 meningkat dibanding Oktober 2019 yang hanya 4.776 unit. Sedangkan penjualan Daihatsu Terios sepanjang November 2019 sedikit dibanding Oktober 2019 sebesar 2.826 unit.

    Penurunan tajam dialami Honda BR-V dari 618 unit (Oktober 2019) menjadi 284 unit (November 2019). Sedangkan DFSK Glory 560 turun tipis dari 121 unit (Oktober 2019) menjadi 96 unit (November 2019).

    Persaingan di segmen ini tampaknya akan semakin sengit di kuartal pertama 2020. PT Suzuki Indomobil Sales dikabarkan akan masuk segmen ini dengan meluncurkan Suzuki Ertiga Cross pada akhir Januari atau awal Februari 2020. 

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data penjualan mobil domestik (wholesales) pada November 2019 dengan angka 90.798 unit.

    Jika ditotal penjuapan periode Januari-November 2019 mencapai 940.362 unit. Angka ini menurun dibanding pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.063.462 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).