Kata Komunitas Mobil Soal Turunnya Harga BBM Pertamina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan komunitas otomotif menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) BBM Pertamina membuktikan bahwa BBM produk BUMN tersebut lebih murah dibandingkan keluaran SPBU asing.

    "Bahkan tidak hanya murah, namun juga lebih berkualitas. Itu sebabnya, saya dan teman-teman dari klub ini lebih cenderung memilih BBM berkualitas keluaran Pertamina," ujar Humas Club Ayla Indonesia (CAI) Adjie Sambogo di Jakarta, Minggu, 5 Januari 2020.

    Meskipun SPBU asing yang ada di pasaran juga menurunkan harga dalam pekan ini, lanjutnya, mayoritas anggota CAI tetap setia pada Pertalite, Pertamax, atau Pertamax Turbo.

    Paska penurunan harga, terlihat harga BBM keluaran Pertamina jauh lebih rendah dibandingkan Shell dan Total. Untuk BBM RON 92 misalnya, harga Pertamax sekarang Rp9.200 per liter. Sedangkan BBM selevel keluaran Shell dan Total, yaitu Super dan Performance 90, masing-masing Rp9.300 dan Rp9.250 per liter.

    Sementara Pertamax Turbo dari Pertamina yang memiliki RON 98, dijual Rp9.900 per liter. Harga tersebut juga jauh lebih murah dibandingkan keluaran Shell dan Total yang RON-nya lebih rendah, yaitu 95. V Power dari Shell, misalnya, dijual Rp9.950 per liter sedangkan Performance 95 dari Total Rp9.900 per liter.

    "Dari sini sudah jelas, bahwa dengan angka oktan 98, harga Pertamax Turbo masih lebih murah dibandingkan Total dan Shell yang memiliki oktan 95," ujarnya.

    Sementara untuk BBM dengan oktan 90, Pertalite dari Pertamina juga jauh lebih murah, yaitu Rp7.650. Sedangkan Reguler (Shell) Rp9.200 per liter dan Performance 90 (Total) Rp9.150 per liter.

    "Selisih harga untuk RON 90 ini, bahkan sangat jauh. Pertalite jauh lebih murah," kata Adjie.

    Tetapi, faktor harga memang bukan satu-satunya penyebab anggota komunitas CAI setia pada produk Pertamina, menurut Adjie, karena kualitas BBM Pertamina memang sangat bersaing dengan distribusi yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

    "Contohnya kami kan sering touring berbagai daerah. Anggota kami dengan mudah bisa mendapatkan BBM berkualitas dari Pertamina, mulai dari Pertalite hingga Pertamax Turbo. Itu yang membuat kami nyaman. Sebab, sangat merepotkan jika harus ganti-ganti merk,” katanya.

    Dari sisi kualitas, Adjie juga menyebut bahwa BBM Pertamina sangat teruji, berdasarkan pengalaman, dia mengaku pernah mencoba BBM RON 95 keluaran SPBU asing.

    "Tetapi justru tidak nyaman dan pas di mesin. Akhirnya saya balik ke BBM Pertamina, ternyata enak sekali terutama untuk jarak jauh," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara