Banjir, Produsen Mobil Siapkan Stok Onderdil Lebih Banyak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mencuci kendaraan mobil di kawasan Perumahan Greenville, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ahad, 5 Januari 2020. Beberapa rumah, kendaraan, serta pertokoan masih terendam banjir. TEMPO/Gregorius Bramantyo

    Seorang warga mencuci kendaraan mobil di kawasan Perumahan Greenville, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ahad, 5 Januari 2020. Beberapa rumah, kendaraan, serta pertokoan masih terendam banjir. TEMPO/Gregorius Bramantyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendaraan terdampak banjir cukup banyak dalam bencana yang terjadi pada pekan lalu. Produsen Otomitif akan memasok komponen lebih banyak karena kebutuhan yang melonjak.

    Direktur Inovasi Bisnis Penjualan dan Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan guna mengantisipasi dampak banjir lebih jauh, pihaknya memutuskan untuk meningkatkan pasokan komponen. “Untuk pemasok kami yang berlokasi didaerah rawan banjir diminta untuk membuat stok lebih banyak dan kami atur waktu delivery lebih awal. Tiap pemasok berbeda beda mas tergantung proses produksinya,” katanya kepada Bisnis.

    Billy mengatakan penambahan pasokan ini dilakukan dengan meminta pemasok komponen membuat safety stock di luar hari kerja, yakni Sabtu dan Minggu.

    Dia mengatakan bahwa banjir yang terjadi menyebabkan adanya keterlambatan pengiriman pasokan ke pabrik perakitan HPM. Meski begitu, dia mengklaim bahwa secara umum keterlambatan itu belum memengaruhi kegiatan produksi secara signifikan.

    “Untuk sampai sekarang ini belum ada perubahan jumlah produksi dan pengiriman ke dealer secara total,” ujarnya.

    Wan Fauzi, Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), juga mengatakan bahwa banjir menjadi kendala dalam kegiatan produksi. Banjir memberikan dampak negatif, baik kepada sisi tenaga kerja maupun lokasi tempat produksi.

    “Pengaruh banjir sejauh ini tergantung pada lokasi pabriknya. Kalau yang di kawasan industri, pabriknya tidak banjir tapi karyawannya tidak bisa masuk karena ada banjir,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia Sigit Kumala mengatakan dampak banjir sejauh ini cukup mengganggu proses distribusi unit ke daerah. Selain itu, kondisi ini turut memengaruhi pasokan komponen untuk kegiatan produksi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.