Toyota dan Honda Menilai Segmen Mobil Taksi Masih Menggiurkan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taksi Ekspress dan Blue Bird. expressgroup.co.id/wikipedia.org

    Taksi Ekspress dan Blue Bird. expressgroup.co.id/wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar mobil taksi dan fleet masih dianggap segmen yang menggiurkan bagi sejumlah Agen Pemegang Merek. Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa penjualan mobil yang digunakan untuk taksi seperti Transmover dan Limo meningkat dalam 3 tahun terakhir.

    “Untuk taksi non online, di Toyota ada peningkatan dari 2017, ke 2018, ke 2019. Penjualan taksi seperti Transmover misalnya, ada kenaikan. Di Toyota sekarang memang mainly di model MPV [multipurpose vehicle],” katanya kepada Bisnis.

    Penjualan Transmover atau Avanza versi taksi, kata dia, tercatat sebanyak 616 unit pada 2017. Kemudian, penjualannya meningkat signifikan pada 2018 dan 2019, menjadi 2.956 unit dan 3.760 unit (per November 2019).

    Anton menuturkan, hingga saat ini pihaknya juga masih memasarkan model Limo atau versi taksi dari sedan Vios. Namun, permintaannya tidak mengalami pertumbuhan seperti yang dialami model Transmover. Selain itu, Toyota masih memasarkan Alphard Type X untuk kebutuhan taksi premium.

    Secara umum, dia mengatakan bahwa kontribusi penjualan ke perusahaan taksi terhadap total penjualan fleet juga cenderung meningkat. Pada 2017, total kontribusinya hanya mencapai 0,4 persen, sedangkan pada 2018—2019 kontribusinya mencapai 1,8 persen dari total penjualan fleet.

    Direktur Inovasi Bisnis, Pemasaran dan Penjualan PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy juga mengatakan bahwa tren permintaan unit dari perusahaan taksi memang menurun dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya segmen ini masih memiliki potensi pasar yang menarik.

    Pada 2019, lanjutnya, HPM melego sekitar 300 unit MPV Honda Mobilio ke perusahaan taksi. Namun, kontribusinya terhadap total pasar fleet tak terlalu besar, hanya sekitar 5 persen. Permintaan konsumen fleet, lanjutnya, masih didominasi oleh perusahaan swasta, BUMN, pemerintah, dan perusahaan rental.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.