Gresik Punya Mobil Amfibi untuk Penanggulangan Banjir

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil amfibi milik Pemkab Gresik, Jawa Timur. (Antara)

    Mobil amfibi milik Pemkab Gresik, Jawa Timur. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengirim sejumlah peralatan penanggulangan banjir, salah satunya mobil amfibi keluaran terbaru di dekat lokasi terdampak banjir, tepatnya di Kecamatan Benjeng, sebagai antisipasi meluasnya banjir di wilayah itu.

    Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto di Gresik, Jumat mengatakan pengiriman peralatan dilakukan setelah rapat bersama Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), usai melihat wilayah terdampak banjir di Benjeng.

    "Sesuai ramalan BMKG, cuaca ekstrim terjadi dalam waktu dekat, maka saya perintahkan kepada BPBD Gresik untuk mengirimkan sarana prasarananya agar apabila terjadi banjir kembali, dapat memberikan bantuan optimal ke masyarakat," katanya.

    Ia berharap, dampak banjir tidak banyak merugikan masyarakat, sehingga perlu antisipasi dengan menurunkan sejumlah peralatan, termasuk Amfibi 2600 CC.

    Sementara itu, Amfibi bermerek Triton tersebut didesain untuk bergerak didaerah banjir meskipun kedalaman air 1,2 meter, serta dapat melaju di area berlumpur.

    Mobil ini dapat digunakan untuk mengevakuasi korban sampai 9 orang, dan dilengkapi dengan berbagai sarana, di antaranya APAR, alat selam, pelampung, gergaji mesin.

    Untuk lokasi banjir terparah di Gresik, terdapat di Dusun Ngablak Desa Kedungrukem yang diakibatkan kiriman air dari beberapa wilayah Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.

    Di wilayah Desa Kedungrukem, terdapat ratusan rumah tergenang sampai setinggi 20 cm.

    Dalam kesempatan itu, Sambari juga memberikan bantuan kepada korban banjir di Dusun Ngablak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.