Coating Bisa Kurangi Kerusakan Mobil Kebanjiran, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses coating System X Ceramic Protection di Workshop Central Cakung Business Park, Jakarta Utara, Selasan, 7 Januari 2020. (Global Auto International)

    Proses coating System X Ceramic Protection di Workshop Central Cakung Business Park, Jakarta Utara, Selasan, 7 Januari 2020. (Global Auto International)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak mobil yang terendam air atau mobil kebanjiran maka pemilik butuh biaya yang tidak sedikit, baik untuk perbaikan eksterior, interior, dan mesin.

     

    Presiden Direktur PT Global Auto International Andi Setiawan mengatakan coating bisa menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mencegah rusaknya komponen interior mobil ketika terendam banjir.

    "Kalau sebagai anti banjir tidak, tetapi lebih tepatnya bisa meminimalisir kerugian yang ditanggung oleh pemilik mobil," kata Andi, Selasa 7 Januari 2020.

    Menurutnya, coating pada bagian interior bisa merendahkan resiko air yang masuk ke kabin agar tidak terlalu diresap oleh komponen di dalamnya dan memberikan "efek daun talas".

    "Jika mobil terendam banjir sampai ke dalam, airnya tetap masuk tetapi setidaknya berkurang karena ada efek daun talas. Jadi air tidak semuanya menyerap ke jok," kata dia.

    Sementara GM Marketing and Sales PT Global Auto International Andy Hartono menambahkan, efek dari coating interior mobil dapat bertahan lebih dari satu tahun.

    "(Coating) Interior tidak permanen efeknya, biasanya lebih dari setahun. Efek yang kita kita hasilkan tidak bau, tidak mengubah warna, dan bisa buat mulai dari (bahan) fabric dan kulit," kata Andy.

    Proses coating total untuk satu mobil sendiri biasanya memakan waktu pengerjaan hingga empat hari, dan dibanderol mulai Rp8 juta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.