CES 2020: Sepeda Listrik Ini Bisa Melaju di Atas Air

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda listrik Hydropfoiler XE-1 buatan Manta5 yang bisa melaju di atas air. (Auto Ndtv)

    Sepeda listrik Hydropfoiler XE-1 buatan Manta5 yang bisa melaju di atas air. (Auto Ndtv)

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen sepeda listrik asal Selandia Baru,Manta5 menampilkan produk terbarunya Hydrofoiler XE-1 di Consumer Electronics Show (CES 2020) di Las Vegas, Amerika Serikat, 7 Januari 2020. Sepeda listrik ini bisa berjalan di atas air.

    Hydrofoiler XE-1 tak hanya bisa dikayuh seperti sepeda pada umumnya. Namun juga dibekali bantuan mesin listrik bertenaga baterai lithium berkapasitas 460W. Mesin itu dapat menghasilkan kecepatan hingga 21 km per jam.

    Hydrofoiler XE-1 menggunakan baterai yang dapat dilepas dan dapat diisi penuh dalam lima jam melalui soket daya standar. Baterai ini dapat menempuh waktu perjalanan hingga 60 menit untuk sekali pengisian daya.

    Manta5 mengatakan bahwa drivetrain hybrid pada XE-1 hadir dengan komponen standar industri yang dapat dengan mudah diganti. Mode apung telah dirancang untuk dapat menyesuaikan kerampingannya, baik di atas maupun di bawah air.

    "Kami telah melihat mobil amfibi, kami telah melihat sepeda motor amfibi. Kami bahkan telah melihat mobil terbang selama bertahun-tahun, tetapi tidak banyak dalam hal bersepeda amfibi." Kata Pendiri Manta5, Guy Howard-Willis, seperti dilansir dari auto ndtv.

    Hydrofoiler XE-1 juga ditopang oleh rangka aluminium 6061-T6 TIG, bahan yang digunakan pada rangka pesawat. Pihak manta5 menyebutkan bahwa mereka menggunakan teknologi sama seperti teknologi Perahu layar yang dibuat Amerika.

    Sepeda listrik Hydrofoiler XE-1 dibanderol dengan harga yang terbilang fantastis US$ 7.490 atau sekitar Rp 104 juta. Meski begitu, harga ini dianggap wajar untuk sebuah inovasi progresif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.