Banjir Jakarta, Pedagang Mobkas: SUV Akan Diburu Konsumen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil-mobil bekas mejeng di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat 28 Juni 2019. TEMPO/Wira Utama

    Mobil-mobil bekas mejeng di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat 28 Juni 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena banjir besar di Jakarta dan sekitarnya diprediksi tidak akan banyak mempengaruhi pembelian mobil. Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta Herjanto Kosasih Dia mengatakan potensi penjualan tetap ada karena kecenderungan untuk mengganti kendaraan meningkat.

    “Banjir ya memang menjadi tantangannya ya, tapi penjualan bisa naik bisa kurang karena banjir. Tapi, sejauh ini berkurang sih enggak karena tendensinya orang pasti ganti mobil, jadi segitu-segitu saja,” katanya, Rabu 8 Januari 2020.

    Hanya saja, Herjanto menuturkan bahwa banjir bisa mengubah preferensi konsumen dalam membeli kendaraan. Model sport utility vehicle (SUV) yang memang tengah naik daun dalam beberapa tahun ke belakang semakin dicari orang.

    “SUV dari dulu dengan kondisi air di Jakarta yang ajaib itu diburu, apalagi sekarang? Semakin diburu juga,” ujarnya.

    Selain SUV yang memiliki ground clearance tinggi, permintaan untuk mobil bermesin diesel dan bertransmisi manual juga meningkat. Mobil seperti ini, lanjutnya, banyak dicari karena lebih tahan kuat menghadapi medan banjir dibandingkan mobil otomatis.

    “Mesin diesel yang transmisinya manual juga dicari orang karena tidak gampang mogok, dia bisa tembus-tembus medan banjir, apalagi kalau pinter nyetirnya,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.