Otoped Listrik Ini Bisa Diajak Ngebut Hingga 88 KM per Jam

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otoped Nanrobot RS7. Sumber: thedrive.com

    Otoped Nanrobot RS7. Sumber: thedrive.com

    TEMPO.CO, JakartaOtoped listrik sempat dilarang menggunakan jalan protokol karena kecepatan rendah dan tingkat keamanan yang dianggap kurang. Namun di Inggris, ada otoped yang mampu menyaingi kecepatan matik berkapasitas 110cc. Otoped listrik Nanrobot RS7 mampu diajak ngebut hingga kecepatan 88 kilometer per jam.

    Lalu kenapa bisa kencang? Otoped listrik Nanrobot RS7 ini mengandalkan motor listrik tunggal 3.200 watt dengan tenaga hingga 4,3 horsepower lewat penggerak belakangnya, yang dapat mendorong hingga kecepatan 55 mph atau 88 kilometer per jam. Kecepatan tersebut dua hingga tiga kali lipat kecepatan yang bisa dilakukan oleh otoped lainnya.

    Otoped Nanrobot RS7. Sumber: thedrive.com

    Otoped yang kencang, apakah tidak berbahaya? Tenang, Nanrobot RS7 dipersenjatai dengan rem cakram di bagian depan maupun belakang dengan ukuran setara dengan matik pada umumnya dan kaliper tunggal. Velg mengandalkan ukuran 11 inci dengan ukuran ban yang lebar namun tidak disebutkan yang mudah menaklukan jalanan berlubang. Suspensi mengandalkan monosock di bagian depan dan belakang dengan mengadopsi link agak mirip dengan vespa.

    Kendaraan ini masih bisa dipakai malam hari karena disediakan lampu sorot dua buah di bagian depan. Kencangnya otoped, pembuatnya juga menyiapkan klakson untuk memberikan tanda kepada kendaraan di depannya.

    RS7 mampu menempuh perjalanan hingga 72 kilometer dengan sekali colok charger dengan kapasitas baterai 1.872-Wh. Untuk pengisian hingga penuh membutuhkan waktu hingga 10 jam. Yang lebih keren lagi, otoped ini bisa digunakan berboncengan karena memiliki kapasitas muatan 180 kilogram meski dari kacamata keselamatan tidak disarankan. Tapi jangan kaget, harganya US$ 2.000 atau sekitar Rp 27 juta. 

    THE DRIVE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.