Penjualan Pikap Lesu, Daihatsu Berharap Bisnis Tumbuh

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Gran Max. (ADM)

    Daihatsu Gran Max. (ADM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Marketing & Customer Relation Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso berharap adanya tren positif terhadap pertumbuhan bisnis di Indonesia pada tahun 2020. Itu diharapkan bisa mendongkrak penjualan kendaraan niaga ringan.

    "Pikap niaga itu sangat tergantung pada perkembangan bisnis. Kalau bsinisnya tumbuh bagus maka kendaraan niaga juga tumbuh," ujarnya akhir pekan lalu.

    Meski begitu, Hendrayadi tak menampik bahwa sulit memprediksi dengan akurat bagaimana pangsa pasar kendaraan niaga saat ini. Sebab, sangat dinamis dan banyaknya faktor eksternal. Termasuk isu-isu global seperti konflik Iran vs Amerika. Juga perang dagang antara Cina dan Amerika.

    "Kalau kita lihat perkembangan dunia akhir-akhir ini cukup sulit ya memprediksi. Tapi secara keseluruhan, kami terus optimis, pangsa pasar bisa naik dan lebih baik dari tahun 2019. Kami harap yang naik itu bukann hanya passenger car tapi juga kendaraan niaga," kata da. 

    Meski demikian, Hendrayadi memperkirakan pasar tahun 2020 setidaknya tidak akan mengalami penurunan, atau paling tidak sama dengan capaian 2019. 

    Daihatsu sendiri merupakan salah satu produsen mobil pikap di Tanah Air. Lewat merek Gran Max, Daihatsu bersaing ketat dengan Suzuki Carry di segmen pasar kendaraan niaga ringan. Gran Max juga bersaing dengan Mitsubishi L-300 dan T-120 SS serta DFSK Super Cab. 

    "Pemain pikap di Indonesia itu, 3 besar itu aja. Carry dengan dua model dan Daihatsu dengan satu model," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.