Pengunjung Sepi, Bengkel Jok Kebon Sirih Andalkan Pesanan Online

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Bengkel Jok Maju Jaya di  Jalan Kebon Sirih Timur, Jakarta Pusat Selasa 14 januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    Suasana Bengkel Jok Maju Jaya di Jalan Kebon Sirih Timur, Jakarta Pusat Selasa 14 januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Bengkel Bekleding atau jok legendaris di sepanjang Jalan Kebon Sirih Timur, Jakarta Pusat makin sepi pengunjung. Para pemilik atau pengrajin Jok satu-persatu gulung tikar.

    "Kompetitor ada di mana-mana. Dulu masih sedikit, sekarang ada di Utara dan Selatan. Makin banyak lah," ujar Pemilik Bengkel Bekleding Maju Jaya, Tibi saat ditemui Tempo, Selasa 14 Januari 2020.

    Tibi mengaku pengunjung harian terus berkurang. Terutama saat bisnis konvensional mulai bergeser ke era digital atau online. Di mana periode anjloknya mulai terasa pada tahun 2010.

    Pengrajin jok Maju Jaya mengerjakan jok di kiosnya di Jalan Kebon Sirih. TEMPO/Wira Utama

    "Paling terasa memang itu reparasi (ganti sarung atau perbaikan jok). Dulunya kita bisa dapat 5 unit mobil dalam seminggu. Sekarang paling banyak 3-4 unit dalam sebulan,"ujarnya.

    Tak hanya itu, pada musim pasca-banjir diakui Tibi pengunjung juga terus berkurang. Berbading terbalik dengan kondisi pada tahun 1980-an sampai awal 2000-an. Di mana bengkel-bengkel di Jalan Kebon Sirih ramai pengunjung.

    Mengantisipasi itu, Tibi memilih bermain di segmen pasar online. Mengandalkan jejaring dan langganan, Tibi menerima pesanan dari luar daerah, bahkan di luar Pulau Jawa. Terutama dari Sumatera dan Sulawesi.

    "Jadi meskipun sepi, kita masih tetap produksi untuk permintaan dari luar," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.