Ferrari Roma Mulai Dibuka Inden, Ini Biaya Bookingnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ferrari Roma.

    Ferrari Roma.

    TEMPO.CO, JakartaFerrari Roma, model Ferrari GT entry level mulai dibuka pemesanannya termasuk pasar Asia. Misalnya di Jepang, sejumlah diler membuka pemesangan dengan memberikan uang booking. Ferrari Roma di Jepang dibuka dengan harga 26,8 juta yen atau sekitar Rp 3,3 miliar. Sedangkan untuk mendapatkan mobil ini cukup dengan menyerahkan uang 1,03 juta yen atau Rp 128 juta.

    Model Ferrari GT Roma dengan dua pintu yang baru akan mulai dijual Ferrari kali ini memiliki desain yang ringan dengan sudut tajam, seperti 488 series / F8 triboot / 812 superfast. Salah satu yang membedakannya dari model edgy.

    Interior mobil supercar Ferrari Roma saat diperkenalkan pada 13 November 2019. Ferrari Roma dapat mempuh kecepatan 62 mph dalam waktu 3,4 detik dan kecepatan tertinggi 199 mph. Ferrari S.p.A./Handout via REUTERS

    Selain itu, Enrico Garriella, Kepala Pemasaran Ferrari, mengatakan model tersebut sesuai dengan gaya hidup masa depan, dan bahwa mereka yang tidak tertarik dengan supercar. Dia menjelaskan bahwa dia menciptakan Ferrari baru dengan menargetkan mereka yang memiliki SUV dan sedan mewah.

    Ferrari Roma memiliki kesan kuat seperti versi Coupe dari Portofino atau punya kemiripan dengan Aston Martin. Namun Ferrari tidak menyebutkan hal tersebut, hanya saja model ini menjadi langkah Ferrari untuk menjajaki segmen SUV yang akan disiapkan untuk masa mendatang.

    Ferrari mengatakan akan meningkatkan rasio penjualan model GT dari 32 persen menjadi 40 persen pada tahun 2022, dan akan terus menjual Roma secara agresif, serta kapasitas produksi yang memenuhi tenggat waktu pengiriman yang cepat. Dengan cara ini, mereka menyakini banyak konsumen baru yang akan membeli mobil ini.

    CREATIVE TREND


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.