Ini Alasan Honda Belum Memasarkan Mobil Hybrid di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Accord Hybrid 2018. Sumber: bisnis,com

    Honda Accord Hybrid 2018. Sumber: bisnis,com

    TEMPO.CO, Jakarta - Honda telah memiliki model mobil hybrid hingga mobil full electrik seperti Accord Hybrid, Honda Freed Hybrid, Clarity PHEV Hybrid, dan Clarity Fuel Cell Honda Clarity. Hanya saja model-model tersebut hingga kini belum di pasarkan di Indonesia. Di Indonesia tercatat baru Toyota dan Mitsubishi yang menghadirkan model hybrid.

    PT Honda Prospect Motor (HPM) mengklaim memiliki sejumlah rencana terkait pengembangan produk kendaraan terelektrifikai di Indonesia. Namun, hal itu masih urung dilakukan karena belum ada kepastian regulasi dari pemerintah.

    Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan dan Pemasaran HPM Yusak Billy menjelaskan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis atau juknis sebagai dari Peraturan Presiden (Perpres) No.55/2019, dan Peraturan Pemerintah (PP) No.73/2019.

    “Penerapan teknologi elektrifikasi harus dipelajari dengan baik agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia, karena Pada dasarnya, memperkenalkan teknologi elektrifikasi di Indonesia itu sangat bergantung kepada regulasi pemerintah,” katanya kepada Bisnis.

    Kendati demikian, dia mengatakan bahwa sejatinya HPM sejatinya sudah memiliki perencanaan untuk masuk ke era kendaraan terelektrifikasi. Namun, Billy mengatakan hal itu baru akan dilakukan setelah adanya kejelasan aturan dari Pemerintah.

    Meski sudah mengeluarkan Perpres dan PP terkait mobil listrik lembaga kementerian lain sejauh ini belum mengeluarkan petunjuk teknis dari aturan tersebut. Kementerian yang terkait, di antaranya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.