Usai Dihantam Cuara Buruk, Fasilitas Rest Area Km 166 Normal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas Rest Area KM 166 Kawasan Tol Cipali

    Fasilitas Rest Area KM 166 Kawasan Tol Cipali

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada hari Sabtu 11 Januari 2020 sempat membuat sejumlah fasilitas Rest Area KM 166 mengalami kerusakan. Pengelola Rest Area KM 166 dibantu berbagai pihak terkait yang langsung turun tangan melakukan pembenahan.

    Tak menunggu lama, tanggap darurat yang dilakukan pihak pengelola membuat Rest Area KM 166 dalam hitungan jam kembali beroperasi seperti biasa. "Rest area KM 166 sendiri memiliki fungsi untuk memberikan pelayanan bagi pengguna jalan tol Cipali,  sehingga kami mengoptimalkan recovery fasilitas secepatnya", ujar Ricco Aldyan, Pengelola Rest Area KM 166.

    Fasilitas Rest Area KM 166 Kawasan Tol Cipali

    Meski begitu, hingga kini memang masih dilakukan perbaikan minor di beberapa sektor yang terkena dampak tiupan angin. Kendati demikian, keadaan Rest Area KM 166 telah kembali aman dan kondusif. Sehingga pengunjung dapat kembali menikmati sejumlah fasilitas terbaik di rest area ini.

    Sementara itu, rest area yang masuk golongan A ini dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang aktifitas para pengunjung. Dari awal gerbang, Rest Area KM 166 sudah menyiapkan dua jalur pemisah untuk kendaraan besar dan kendaraan kecil. Parkiran untuk mobil besar dan kecil pun dibedakan. Di kedua area parkiran difasilitasi dengan masing-masing toilet.

    Fasilitas lainnya pun terbilang cukup lengkap. Antara lain tempat ibadah Masjid Mandiri Syariah yang menjadi masjid termegah di sepanjang ruas tol Cipali. Fasilitas pendukung lainnya seperti tempat pengisian bahan bakar, toilet, dan ATM Center. Selain itu tersedia banyak pilihan tempat makan di area Food court, hingga rumah makan di area The Plaza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.