Pasar Motor Entry Level 2020, Ini Prediksi Astra Honda

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Beat diluncurkan di JI Expo Kemayoran Kamis 16 Januari 2020. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    All New Honda Beat diluncurkan di JI Expo Kemayoran Kamis 16 Januari 2020. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor menyatakan tidak muluk-muluk untuk target penjualan pada tahun ini dengan angka penjualan sama dengan raihan 2019. Sepanjang tahun lalu, Honda mengklaim mampu mamasarkan sebanyak 4,91 juta unit, tumbuh 3 persen dibandingkan 2018.

    Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan pada tahun ini kondisi pasar diprediksi stabil atau sama dengan 2019 sehingga Honda memperkirakan penjualan akan bergerak datar pada kisaran 4,8 juta unit hingga 4,9 juta.

    "Tahun 2020 kami lihat kondisi pasar stabil dengan 2019, maka estimasi kami juga flat pada kisaran 4,8 juta hingga 4,9 juta unit," ujarnya, Kamis 15 Januari 2020.

    Thomas menjelaskan tiga tipe teratas yang berkontribusi paling besar terhadap penjualan Honda adalah Beat series, Vario series dan Scopy. Beat series misalnya, sepanjang 2019 mampu dipasarkan sebanyak 1,8 juta unit.

    All New Honda Beat yang baru diluncurkan juga ditargetkan mampu meraup penjualan yang sama dengan 2019 lantaran pasar diprediksi stabil. AHM menargetkan All New Honda Beat mampu dipasarkan sebanyak 150.000 unit per bulan.

    Adapun, tahun ini menjadi tahun yang menantang khususnya untuk pasar entry level lantaran perubahan harga pada beberapa produk seperti BPJS, harga rokok dan lainnya.

    Thomas tidak menampik beberapa sentimen negatif itu. Namun, menurutnya terdapat juga beberapa faktor positif yang akan mempengaruhi penjualan sepeda motor.

    Beberapa faktor itu, katanya, ialah upaya pemerintah menstabilkan perekonomian lewat bantuan sosial (bansos), perhatian lebih pada kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) hingga harga komoditas seperti sawit dan batu bara yang diharapkan stabil.

    "Jadi memang ada tantangan tapi juga ada peluang. Kami melihat pasarnya stabil," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).