Triumph Akan Menggaet Bajaj Perkuat di Pasar Asia?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triumph telah meluncurkan generasi baru off-road Scrambler 1200 dengan fitur dan desain terkini. Triump Scrambler 1200 baru akan ditawarkan dalam dua varian: Scrambler 1200 XC dan Scrambler 1200 XE. motorcyclistonline.com

    Triumph telah meluncurkan generasi baru off-road Scrambler 1200 dengan fitur dan desain terkini. Triump Scrambler 1200 baru akan ditawarkan dalam dua varian: Scrambler 1200 XC dan Scrambler 1200 XE. motorcyclistonline.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bajaj dan Triumph menyatakan bahwa mereka akan memasuki kemitraan global. Kedua perusahaan akan mengumumkan kerjasama aliansi ini pada 24 Januari 2020. Hingga saat ini, keduanya belum mengungkap kerjasama yang dimaksud.

    Ada kemungkinan arahnya seperti yang dilakukan Bajaj dengan KTM atau TVS dengan BMW. Namun kendaraan apa yang akan digarap dua pabrikan asal Inggris dan India ini. Melihat potensi pasar, arah kerjasama keduanya kemungkinan akan menggarap sepeda motor dengan kapasitas menengah 400-500cc.

    Dengan kerjasama ini, Triumph akan mendapat manfaat dari jangkauan global yang jauh lebih luas di pasar negara berkembang, terutama Asia. Hingga saat ini, Triumph lebih banyak menggarap pasar kapasitas besar diatas 600cc. Dengan menggarap mesin menengah maka ada peluang meningkatkan volume penjualan.

    Bagi Bajaj, kerjasama ini tentunya bisa alih teknologi dengan merek ikonik dan sepeda motor terkenal. Aliansi ini akan membantu Bajaj untuk naik kelas di segmen sepeda motor yang lebih santai atau turing yang berbeda segmen dengan KTM.

    Menggunakan jasa Bajaj, maka Triumph bisa menekan biaya produksi dan tenaga kerja. Bajaj sendiri memiliki fasilitas yang memadai untuk produksi kendaraan. Bajaj dapat mengambil manfaat dari menggunakan teknologi Triumph dalam mengembangkan sepeda motor klasik berkapasitas menengah modern, untuk menghadapi Royal Enfield di pasar India.

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).