Ajang Modifikasi Diklaim Punya Dampak ke Penjualan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ajang CustoMaxi x Heritage di Bekasi Jawa Barat

    Ajang CustoMaxi x Heritage di Bekasi Jawa Barat

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah produsen saat ini sering menggelar ajang modifikasi dari motor secara nyata hingga memanfaatkan media digital. Salah satunya Yamaha yang menggelar CustoMaxi x Heritage di Bekasi Timur.

    Anton Widiantoro Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyatakan ada korelasi ajang modifikasi dengan penjualan meski tidak langsung. Saat ini era digital dimana orang jika menyukai sesuatu akan mengecek di internet. Jika modifikasi ini dibuat digital maka akan muncul di halaman pencarian.

    "Konsumen sering mencari gambar produk di internet tidak hanya produk iklan. Modifikasi digital bisa memberikan inspirasi dan memperkuat keinginan untuk membeli produk," kata Anton, Sabtu 18 Januari 2020.

    Modifikasi kini menurut Anton, bukan hanya soal mereka hobi atau tidak dengan sepeda motor. Namun, orang yang tidak hobi pun bisa saja menyukai modifikasi. "Ada yang melihat motor dimodif kok senang dengan tampilannya," ujarnya.

    Ada sejumlah model Yamaha yang gampang dimodifikasi. Diantaranya Yamaha Nmax ketika keluar langsung banyak aksesoris di pasaran dan menjadi awal dari ajang CustoMaxi. Kini kehadiran Yamaha XSR 155 juga langsung disambut baik para modifikator. "Banyak builder yang bilang XSR sudah bagus tidak perlu banyak yang diganti."

    Yamaha XSR juga mulai diperlombakan dalam ajang di Bekasi. Hanya saja dalam gelaran perdana ini dua unit XSR yang tampil. "Sebenarnya ada 4 unit yang mendaftar tapi hanya dua yang bisa mengejar waktu even," ujar salah satu juri, Girinda Pradopo.

    Anton mengakui Yamaha XSR 155 masih terbatas di pasaran. Ia menyebut baru 1.000 unit yang dijual lewat mekanisme online. Adapun di dealer tidak semua memiliki stok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.