Morris Garage Punya SUV Bongsor Lawan Toyota Land Cruiser

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MG Motor D90 model SUV bongsor

    MG Motor D90 model SUV bongsor

    TEMPO.CO, JakartaMorris Garage Motor dikabar segera masuk Indonesia. MG lebih dulu ada di Cina, India hingga Thailand. Baru-baru ini, mereka dikabarkan sedang menyiapkan model baru untuk dipasarkan di tahun ini. Salah satu mobil yang menjadi andalan adalah SUV bongsor Maxus D90.

    Dijadwalkan untuk diluncurkan di India, D90 saat ini dijual di beberapa pasar Asia dengan nama merek Maxus, meskipun juga dijual di Australia sebagai LDV 90 - seperti MG Motor, kedua perusahaan ini adalah anak perusahaan dari SAIC.

    SUV dengan tiga baris ini merupakan lawan dari Toyota Fortuner hingga Toyota Land Cruiser. D90 memiliki dibangun di atas arsitektur sasis tangga. Mobil ini memiliki dimensi panjang 5.005mm, lebar 1.932mm, tinggi 1.875mm dan wheelbase 2.950mm. Diprediksi mobil ini akan memiliki ruang kabin yang lapang dan juara di kelasnya.

    Pada bagian interior, D90 diharapkan akan kaya fitur. Untuk pasar Cina, dipersenjatai sistem infotainment layar sentuh 12,3 inci, cluster instrumen digital 8,0 inci, kontrol AC tiga zona, kursi berpendingin/pemanas, sunroof panoramik dan kamera 360 derajat. Model itu juga dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti pengereman darurat otonom, bantuan penjagaan jalur, dan fungsi parkir otomatis. Adapun fitur standar lainya, enam airbag, ABS dengan EBD, ESP dan kursi anak Isofix.

    Dapur pacu akan mengandalkan mesin bensin 2.0 liter turbo, yang menghasilkan tenaga puncak 224hp dan torsi 360Nm, dipasangkan dengan 6-speed atau gearbox otomatis pada Maxus D90 yang berspesifikasi Cina. Kabarnya perusahaan induk MG SAIC sedang mengerjakan mesin diesel twin-turbo 2.0-liter baru yang akan menghasilkan tenaga puncak 218hp dan torsi 480Nm.

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara