Suzuki Hayabusa Baru Fokus di Tenaga Bawah dan Menengah?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Render Suzuki Hayabusa. Sumber: young-machine.com

    Render Suzuki Hayabusa. Sumber: young-machine.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki Hayabusa pada tahun ini hanya beberapa negara yang masih produksi. Hal ini disebabkan Hayabusa terkendala untuk bisa lolos standar emisi Euro5. Sehingga, Suzuki Jepang sedang menggarap model baru yang kemungkinan dihadirkan tahun depan.

    Hayabusa dikenal memiliki tenaga besar di putaran tinggi sehingga enak buat ngebut. Motor ini beberapa kali berhasil mencetak rekor kecepatan. Hanya saja, ada kelemahan saat akan mengejar tenaga dari bawah hingga menengah. Untuk mendongkrak pada sisi kelemahan tersebut, Suzuki merancang ulang desain knalpot seperti yang diajukan ke Departemen Hak Kekayaan Intelektual Jepang seperti dikutip dari laman kojintekibikematome.blog.jp.

    Hak paten knalpot pada Suzuki Hayabusa gen baru. Sumber: http://kojintekibikematome.blog.jp/

    Dokumen yang telah diserahkan sejak Juni 2018, terbagi menjadi 2 set. Satu dokumen yang berkaitan dengan sistem suplai bahan bakar dan satu lagi sistem pembuangan. Dokumen pertama menjelaskan sirkulasi bahan bakar dari tangki hingga ruang bakar. Bagaimana sistem pembakaran baru lebih ramah lingkungan menciptakan pembakaran lebih sempurna dan bersih.

    Dokumen lainnya adalah tentang sistem pembuangan baru yang desainnya, mirip dengan Suzuki GSX-R1000R dengan ekstensi muffler baru. Suzuki mengakali sistem pembuangan dengan pembesaran pada bagian leher knalpot dan memperpanjangnya yang akan menghasilkan kinerja yang lebih baik dari mesin dalam putaran rendah ke sedang.

    Grafik perbandingan penggunaan knalpot pada Suzuki Hayabusa gen baru. Sumber: http://kojintekibikematome.blog.jp/

    Dalam dokumen ini, ada grafik yang menunjukkan perbandingan performa mesin dengan sistem pembuangan lama. Berdasarkan data dalam grafik itu, dapat dengan jelas melihat bahwa sistem pembuangan baru ini menyebabkan posisi grafik berubah dengan cukup baik. Dalam kisaran kecepatan rendah ke sedang dan efisiensi di area kecepatan tinggi setara dengan model lawas.

    Hanya saja, hingga saat ini belum ada tanda-tanda motor ini hadir dalam pengujian jalanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.