Subaru Tinggalkan Mesin Bensin di 2020, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Subaru. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Logo Subaru. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Subaru Corp menyatakan hanya akan menjual mobil listrik pada pertengahan tahun 2030, untuk mengikuti tren global ke arah mobilitas ramah lingkungan.

    Subaru juga akan menghemat biaya pengembangan mobil setelah bermitra dengan raksasa otomotif Jepang, yakni Toyota.

    Dilansir Reuters pada Senin 20 Januari 2020, Subaru akan mengembangkan mobil "strong hybrid" dengan teknologi yang dikerjakan bersama Toyota.

    "Meskipun kami menggunakan teknologi Toyota, kami ingin membuat hibrida yang jelas-jelas Subaru," kata Chief Technology Officer, Tetsuo Onuki yang dikutip dari Reuters, Senin.

    "Ini bukan hanya tentang mengurangi emisi CO2. Kami perlu lebih meningkatkan keamanan kendaraan dan kinerja all-wheel drive kami," tambah dia

    "Komitmen dan dedikasi kuat Subaru terhadap manufaktur mobil yang telah kami kembangkan sepanjang sejarah tetap tidak akan berubah," Presiden Tomomi Nakamura menambahkan.

    Pembuat mobil Jepang yang memproduksi SUV Outback dan Forester, dikenal dengan mesin boxer yang ditempatkan secara horizontal, bersama dengan bantuan driver otonom EyeSight dan teknologi all-wheel-drive.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.