TAM Pertimbangkan Toyota Raize Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Raize versi TRD. Sumber: motor1.com

    Toyota Raize versi TRD. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor mempertimbangkan Sport Utility Compact (SUV) kompak Toyota Raize masuk Indonesia. Wakil Presiden Direktur PT TAM Henry Tanoto menyampaikan bahwa SUV kompak yang meluncur pada 5 November 2019 di Tokyo itu diterima dengan baik oleh konsumen di Jepang.

    “Kami melihat potensinya ada, tapi memang belum ada keputusan apapun soal Raize masuk ke Indonesia,” kata Henry di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

    Menurut Henry, Toyota Raize seharusnya memiliki rentang harga yang setara dengan Toyota Rush, atau sedikit di bawahnya. “Kalau berdasarkan harga di Jepang, Raize ini seharusnya tidak beda jauh dengan Toyota Rush,” ujar dia.

    Bedanya, lanjut dia, Rush dengan tujuh penumpang, sementara Raize lima penumpang. Henry menambahkan bahwa TAM masih mempelajari segala kemungkinan untuk memasukkan model terbaru ke Indonesia tahun ini. Salah satunya soal Raize.

    Menurut Henry, jika Raize masuk Indonesia akan mengisi segmen SUV medium ke bawah. Keberadaannya diklaim tidak akan berhadapan dengan Honda HR-V. “Honda HR-V di Jepang juga menyasar segmen medium ke atas. Raize di bawahnya,” katanya.

    Toyota Raize merupakan produk kembar dari Daihatsu Rocky yang diperkenalkan pada pameran Tokyo Motor Show, Oktober 2019. Toyota Raize dibekali mesin 1.000cc. Mesin dengan kode 1KR-VET sanggup menghasilkan output 98hp dan torsi 140 Nm. Mesin turbo ini secara kemampuan memang menjanjikan. Bandingkan dengan Toyota Rush yang dibekali mesin 1.500cc, outputnya hanya 104hp. Torsinya, kalah dari Raize karena hanya 136 Nm.

    Video buka-bukaan Daihatsu Rocky di Tokyo Motor Show 2019:

    Secara tenaga, Raize memang sedikit di bawah Rush, tapi torsinya badak! Inilah yang membuat Toyota pede bahwa sensasi berkendara yang dijanjikan Raize tak kalah dengan mobil bermesin 1.500cc.

    Toyota juga mengklaim, mesin baru ini menjanjikan efisiensi bahan bakar yang baik. Untuk varian berpenggerak 2WD, konsumsin bahan bakar diklaim 18,6 kilometer per litar berdasarkantes WLTC. Sedangkan penggerak 4WD mencapai 17,4 kilometer per liter.

    Teknologi lain yang membuat model ini irit bahan bakar adalah penggunakan transmisi D-CVT, yang diklaim pertama kali diaplikasikan di mobil Toyota.

    Pafa transmisi ini mendapatkan tambahan roda gigi split ke drive belt CVT untuk meningkatkan efisiensi dan performa. Kisaran rasio gigi juga diperluas untuk memberikan akselerasi yang kuat dan mulus pada kecepatan rendah dan kinerja bahan bakar yang efisien pada kecepatan tinggi.

    Model 4WD Toyota Raize dilengkapi Dynamic Torque Control 4WD. Saat berakselerasi di permukaan jalan yang licin, fitur itu mampu mendistribusikan torsi secara optimal ke setiap roda penggerak, sesuai dengan kondisi kendaraan. 

    Selain rumor tentang Toyota Raize, Henry menjanjikan Toyota Indonesia tahun ini akan meluncurkan berbagai produk. Ada yang model baru, facelift, juga mobil elektrifikasi (hybrid). “Tapi nanti detailnya ya, kami informasikan menjelang peluncuran,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.