Daihatsu Ekspor Mobil CBU Terbanyak, Honda Tertinggi untuk CKD

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Tetsuo Miura (kanan) bersama Deputy Chief Executive Officer Supranoto (kiri) menunjukkan bagian dari mobil Daihatsu Grand New Xenia kepada media saat diluncurkan di Serpong, Tangerang, Banten, Selasa 15 Januari 2019. Sumber: antara

    Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Tetsuo Miura (kanan) bersama Deputy Chief Executive Officer Supranoto (kiri) menunjukkan bagian dari mobil Daihatsu Grand New Xenia kepada media saat diluncurkan di Serpong, Tangerang, Banten, Selasa 15 Januari 2019. Sumber: antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Rabu 22 Januari 2020 mengungkap data ekspor mobil sepanjang tahun 2019 yang mencapai 332.023 unit, naik 25 persen dari pencapaian tahun lalu sebanyak 264.553 unit.

    Angka 332.023 unit merupakan ekspor mobil dalam bentuk utuh atau Complete Built Up/CBU, sedangkan ekspor mobil dalam bentuk terurai Complete Knock Down/CKD mencapai 511.425 unit yang melonjak dari tahun 2018 sebanyak 82.028 CKD set.

    Manufaktur Daihatsu yang memproduksi mobil Daihatsu dan Toyota menjadi pengekspor terbanyak dengan angka gabungan 212.432 unit untuk tipe CBU. Berdasarkan data Gaikindo, terdapat sembilan pabrikan Indonesia yang mengapalkan mobil ke luar negeri, termasuk dua pemain baru Wuling dan DFSK.

    Berikut total ekspor mobil Indonesia 2019:

    CBU
    1. Daihatsu 123.227 unit
    (Daihatsu juga produksi dan ekspor mobil Toyota)
    2. Toyota: 89.205 unit
    3. Mitsubishi: 64.714 unit
    4. Suzuki: 39.613 unit
    5. Honda: 6.847 unit
    6. Hyundai: 3.241 unit
    7. Hino: 2.696 unit
    8. Wuling: 2.310 unit
    9. DFSK: 170 unit

    CKD
    Honda: 378.347 set
    Toyota: 105.949 set
    Suzuki: 26.820 set
    DFSK: 26.820 set.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).