Penjualan Suzuki Jimny Dihentikan di Eropa, Kuota Indonesia Tetap

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Jimny resmi diluncurkan untuk pasar Indonesia di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Suzuki Jimny resmi diluncurkan untuk pasar Indonesia di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki dikabarkan akan menghentikan penjualan Suzuki Jimny di pasar Eropa saat pemesanan SUV kompak ini sedang tinggi-tingginya. Penghentian penjualan Jimny diduga terkait semakin ketatnya regulasi CO2 yang mulai berlaku pada 2021.

    Jika penjualan di Eropa dihentikan, apakah hal ini akan berdampak pada peningkatan kuota Jimny untuk Indonesia? 4W Marketing Director Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra menyampaikan bahwa sampai saat ini kuota Suzuki Jimny di Indonesia masih tetap. “Jumlahnya tetap 40 unit per bulan,” kata Donny kepada Tempo, Jumat, 24 Januari 2020.

    Donny enggan mengomentari soal rencana penghentian penjualan Suzuki Jimny di Eropa. 

    Undang-undang Uni Eropa menetapkan target pengurangan emisi wajib untuk mobil baru pada 2021, setiap pembuat mobil hanya boleh menghasilkan emisi maksimum CO2 95 g/km. Meskipun aturan ini hanya akan mulai berlaku tahun depan, peraturan tersebut mulai bertahap dimulai tahun ini, menurut undang-undang UE. Untuk mencapai target ini, sejumlah merek telah secara bertahap menghapus kendaraan diesel sejak 2018, dan saat ini sedang dalam proses memperkenalkan versi varian hybrid ringan 48V seperti Vitara.

    Suzuki Jimny yang dijual di Eropa menggunakan mesin bensin 1.5 liter Suzuki K15B yang tidak memiliki fitur hybrid. SUV ini tersedia dengan manual transmisi 5-speed atau gearbox otomatis. Jimny menghasilkan tingkat CO2 yang relatif tinggi sekitar 154g / km atau 170g / km, tergantung pada apakah mesin ini berada pada gearbox manual atau otomatis.

    Mengutip laporan Autocar, Suzuki disebut menjual lebih banyak Jimny daripada model yang lebih ramah lingkungan, seperti Ignis dan Swift sehingga mengarah ke denda dari Uni Eropa jika melampaui target.

    Suzuki selanjutnya akan menjual semua kendaraan di Eropa dengan beberapa tingkat hibridisasi. Perusahaan ini sudah menjual Ignis dan Swift dengan sistem 12V, sedangkan model yang lebih mahal, seperti S-Cross dan Vitara hadir dengan sistem hybrid 48V yang digabungkan dengan mesin bensin K14D 1,4 liter yang baru.

    Namun Suzuki Jimny akan kembali ke pasar tertentu di Eropa pada tahun 2021 sebagai kendaraan komersial N1. Artinya Suzuki akan menjual Suzuki Jimny sebagai kendaraan komersial tanpa kursi belakang dan dengan sedikit perubahan interior, tetapi dengan mesin bensin 1,5 liter yang sama. Kendaraan komersial dalam kategori N1 tidak diharuskan untuk mematuhi peraturan ketat CO2 95 g / km.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.