Bahaya Menerabas Genangan di Musim Hujan, Simak Batasannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan berusaha melewati banjir di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. Banjir di kawasan tersebut diakibatkan hujan deras dan meluapnya kali Yos Sudarso. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sejumlah kendaraan berusaha melewati banjir di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. Banjir di kawasan tersebut diakibatkan hujan deras dan meluapnya kali Yos Sudarso. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir kembali melanda sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya, Jumat, 24 Januari 2020. Nah, biasanya pengguna mobil maupun sepeda motor banyak yang menerabas genangan di jalan. Banyak yang lolos, tapi tak sedikit yang mogok. 

    Senior Manager Service Division PT Honda Prospect Motor Muhamad Zuhdi membagikan kiat bagi para pengendara khususnya mobil saat melalui genangan. Langkah awal, kata dia, adalah menghindari genangan air bila memungkinkan.

    "Hindari banjir atau jalan yang tergenang air. Jika harus melaluinya dan ternyata mesin mobil mati, jangan coba dihidupkan lagi dengan menstater," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip dari Bisnis.com beberapa waktu lalu.

    Ia mengingatkan jika pada saat mobil mogok akibat genangan air dan dipaksa untuk dinyalakan, mobil kemungkinan besar akan mengalami water hammer. Yakni kondisi mesin mati mendadak karena ada cairan yang masuk ruang bakar, termasuk kelistrikan mobil sudah terganggu karenanya. Apabila dihidupkan kembali, malah akan semakin merusak komponen listrik yang ada.

    Kebiasaan pengendara mempertahankan gas di perseneling rendah saat melalui genangan air juga dibenarkan oleh Zahdi. Hal itu, ujar dia, dilakukan agar menjaga air tidak masuk knalpot dan menghalangi aliran pembuangan.

    "Sedikit saja gas turun dan tekanan air lebih kuat masuk ke dalam maka mesin juga akan mati karena tidak ada saluran untuk gas buangan," ujar dia.

    Salah satu layanan prima purnajual Honda adalah dengan memberikan saran kepada konsumen bila kendaraannya terendam di genangan air. Terdapat tiga level batasan genangan air yang dapat merusak komponen mobil, termasuk juga saran perbaikan di dalamnya.

    Batasan tertinggi adalah Level A. Pada level ini genangan air sudah mencapai setengah bodi mobil atau telah mencapai kursi kabin. Dalam keadaan ini, Honda menyarankan bagi pengendara untuk memeriksakan total mesin dan kelistrikan kendaraan.

    Kemudian Level B adalah genangan mencapai setengah ban mobil atau telah membasahi karpet kabin. Artinya ada kemungkinan air masuk melalui sela pintu mobil. Pada batas ini ada beberapa sistem kelistrikan yang harus diperiksa.

    Terakhir level C, genangan air di bawah setengah ban. Meskipun genangan air di bawah setengah ban, pengendara juga perlu mewaspadai cipratan air karena juga berpotensi menyebabkan water hammer. "Cipratan air dapat masuk ke intake manifold melalui saluran udara dan menyebabkan water hammer," ujar Zahdi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.