Mobil Listrik Hyundai Ioniq Dijual Rp 569 Juta, Inden Tiga Bulan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Ioniq (Antara)

    Hyundai Ioniq (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) mengumumkan harga mobil listrik Hyundai Ioniq seharga Rp569 juta berstatus off the road, dengan waktu tunggu (inden) tiga bulan.

    Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Hendrik Wiradjaja, mengatakan bahwa mobil berjenis sedan liftback itu sebelumnya dijual secara fleet (untuk armada perusahaan), sehingga kini mereka siap memasarkannya untuk masyarakat umum.

    "Ioniq sudah diperkenalkan sebelumnya, kini kami siap melayani peminat yang ada," kata Hendrik kepada ANTARA, Jumat, 24 Januari 2020.

    Ia menjelaskan bahwa pemesan Hyundai Ioniq harus menunggu setidaknya dua hingga tiga bulan untuk mendapatkan unit mobil tersebut.

    "Untuk ready butuh 2-3 bulan karena didatangkan secara CBU (Completely Build Up) dari negara asalnya, Korea," kata dia.

    Saat ini, unit Ioniq yang ada di Indonesia sedang menjalani pendaftaran tipe sebagai kelengkapan untuk diterbitkannya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

    Terkait dengan infrastruktur pengisian daya mobil listrik, Hyundai Indonesia berharap pemerintah bisa menyediakan untuk menggairahkan pasar mobil listrik.

    Selain itu, Hyundai Indonesia juga akan menyiapkan tempat pengisian listrik di diler resmi mereka.

    "Ke depan, dengan mobil listrik yang beredar. Kami akan bikin pengisian di showroom Hyundai. Februari semoga kami bisa mulai jalankan," kata Hendrik.

    Sebelumnya, Hyundai Indonesia bersama Grab Indonesia meluncurkan Hyundai Ioniq Electric yang akan dioperasikan sebagai layanan mobilitas EV (electric vehicle) oleh perusahaan aplikasi tersebut.

    Pada tahap awal kemitraan, Grab Indonesia akan mengoperasikan 20 unit Hyundai Ioniq di DKI Jakarta pada awal tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.