HMI Ungkap Alasan Jual Mobil Listrik Hyundai Ioniq di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Ioniq (Netcarshow.net)

    Hyundai Ioniq (Netcarshow.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) memilih Hyundai Ioniq sebagai mobil listrik untuk dipasarkan di Indonesia karena memiliki kelengkapan varian ketimbang Hyundai Kona.

    Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Hendrik Wiradjaja, mengatakan Kona memang tersedia dalam varian berpenggerak listrik, namun Ioniq punya varian lebih lengkap yakni hybrid, plug-in hybrid dan listrik, sehingga cocok dikenalkan di Indonesia.

    "Ionic punya varian paling lengkap, hybrid, listrik dan plug-in," kata Hendrik di Jakarta Selatan, Jumat, 24 Januari 2020.

    "Sedangkan Kona yang dipasarkan baru listrik. Kami rasa Ioniq yang paling cocok untuk Indonesia," kata dia.

    Interior Hyundai Ioniq. (Netcarshow.net)

    Ia mengatakan, saat ini Ioniq sudah dipesan, terutama secara fleet (konsumen borongan untuk armada perusahaan). Sedangkan untuk konsumen ritel, Hyundai menyatakan akan memberikan mobil dengan spesifikasi yang berbeda dengan konsumen fleet.

    "Spek-nya beda antara fleet dengan retail. Dari eksterior, lampu full LED, interior, head unit, dan lain sebagainya," kata dia.

    HMI pada Jumat mengumumkan harga mobil listrik Hyundai Ioniq seharga Rp569 juta berstatus off the road, dengan waktu tunggu (inden) tiga bulan.

    Hyundai juga memasarkan Kona dalam dua versi, bermesin bensin dan listrik. Hyundai Kona versi bensin sudah masuk Indonesia pada 2019 yang dijual Rp363,9 juta berstatus on the road Jakarta.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.