Lewat Seltos, KIA Ingin Ulang Kesuksesan Mobil Korea di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Kreta Indo Artha meluncurkan All New KIA Seltos di pasar Indonesia. Mobil SUV ini ditujukan untuk konsumen berjiwa muda yang dekat dan melek dengan teknologi. TEMPO/Wira Utama

    PT Kreta Indo Artha meluncurkan All New KIA Seltos di pasar Indonesia. Mobil SUV ini ditujukan untuk konsumen berjiwa muda yang dekat dan melek dengan teknologi. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kreta Indo Artha atau KIA baru saja memperkenalkan SUV 5 kursi KIA Seltos. "Kami telah pelajari, kami melihat juga bagaimana kompetitor. Kami melihat line up ini (SUV) yang paling pas untuk harga dan spesifikasi untuk SUV di kelasnya," kata Marketing and Development Division Head PT KIA Ario Soerjo, yang juga berharap agar Kia Seltos bisa terjual pada kisaran angka ribuan tahun 2020 ini.

    Ario menambahkan bahwa KIA pernah mencatat penjualan moncer sebelum sempat memutuskan berhenti beberapa tahun lalu. Kata dia, suatu waktu Kia ingin melewati capaian itu.

    Dia memprediksi, KIA di bawah bendera baru bisa kembali moncer dalam empat hingga lima tahun ke depan. "Saya tidak bilang tahun ini, tapi kami tahu bahwa merek ini dapat diterima oleh pasar Indonesia," ujar dia.

    "Kami yakin akan kembali ke masa kejayaan bahkan melampaui, apalagi ditambah dukungan yang diperoleh dari sumber daya Indomobil dan partnernya."

    Adapun alasan KIA menjual SUV Seltos dengan harga relatif terjangkau. Terutama jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya, seperti Honda H-RV.

    Ya, Honda HR-V ditawarkan dalam lima varian termasuk pilihan mesin 1.800 cc. Honda HR-V dibanderol mulai Rp 297 juta hingga Rp 415  jutaan.

    "Saya pikir orang Indonesia sangat cocok dengan fitur-fitur, equipment dan horsepower yang sepadan dengan kompetitor yang secara harga jauh lebih mahal. Jadi kalau bicara value for money, KIA Seltos paling banyak value for money-nya," ujar Ario.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).