Kata Gaikindo Soal Segmen Mobil LCGC Masih Digemari

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model berpose dengan mobil Datsun GO+ dan Datsun GO saat diperkenalkan di Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018. Kedua mobil ini menambah persaingan dunia otomotif nasional mobil jenis LCGC. TEMPO/Amston Probel

    Model berpose dengan mobil Datsun GO+ dan Datsun GO saat diperkenalkan di Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018. Kedua mobil ini menambah persaingan dunia otomotif nasional mobil jenis LCGC. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil Low Cost Green Car atau LCGC diklaim memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan ekonomi global dan isu politik seiring dengan peningkatan kontribusi terhadap total pasar domestik.

    Pada tahun lalu, total penjualan LCGC mencapai 217,454 unit, menurun 5,64 persen secara tahunan. Kendati demikian, pangsa pasar segmen ini mengalami peningkatan dari 20,02 persen pada 2018 menjadi 21,11 persen pada 2019.

    Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan bahwa segmen LCGC memang relatif tidak terlalu terdampak isu politik dan ekonomi global sepanjang 2019. Hal ini membuat pangsa pasar segmen ini dapat meningkat.

    Dia juga mengatakan bahwa dari segi harga, KBH2 memang salah satu segmen kendaraan yang paling sesuai dengan daya beli masyarakat saat ini. Menurutnya, mobil yang paling diminati di Indonesia adalah yang dipasarkan di bawah Rp250 juta, termasuk LCGC.

    “Sekitar 80 persen konsumen itu kan mencari kendaraan seharga di bawah Rp250 juta, itu termasuk segmen yang paling besar di Indonesia. Ini juga membuktikan walaupun masih ada pengaruh perang dagang dan indikasi resesi global, tapi ternyata daya beli masyrakat di level itu masih terjaga,” katanya kepada Bisnis, Kamis 23 Januari 2020.

    Dia mengatakan meski akan terjadi kenaikan harga LCGC akibat kenaikan pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM mulai 2021, minat masyarakat tidak akan surut. Pasalnya, kenaikan tersebut dinilai tidak terlalu signifikan, khususnya bagi konsumen di segmen ini yang banyak mengandalkan kredit.

    Meski begitu, dia mengatakan bahwa secara umum penjualan LCGC atau yang juga dikenal dengan kendaraan segmen low cost green car (LCGC) juga akan bergantung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Jika pertumbuhan mulai membaik, daya masyarakat akan meningkat dan dapat memilih lebih banyak model lain di luar LCGC.

    “Bisa lihat ya, kalau ekonominya naik kan mereka juga perlu naik kelas. Jika ekonomi meningkat di atas 5 persen, inflasi terjaga, dan sebagianya, saya yakin masyarakat akan punya kesempatan untuk punya lebih banyak pilihan,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.