Kursi Pijat di Mobil Diklaim Bisa Mengurangi Stress

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kursi pijat pada mobil DS buatan Prancis. Sumber: motor1.com

    Kursi pijat pada mobil DS buatan Prancis. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, JakartaKursi pijat bisa menjadi kunci untuk menghilangkan stres dan kecemasan, begitu klaim produsen mobil Prancis DS Automobiles.

    Merek mobil premium DS mengatakan telah menemukan cara sempurna untuk menghilangkan stres: kursi pijat. Menurut perusahaan yang berbasis di Paris, kursi teknologi tinggi bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi, mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan.

    DS mengklaim penelitian menunjukkan 15 menit pijat kursi cukup untuk meningkatkan kenyamanan pengemudi dan dapat membantu konsentrasi pada perjalanan yang lebih lama. Mengutip penelitian oleh Touch Research Institute, DS mengatakan pijat kursi dan kursi berventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kortisol tubuh - hormon yang dikeluarkan oleh tubuh untuk melawan stres - hingga 53 persen.

    Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa 9 dari 10 pengemudi merasa mengemudi dalam keadaan stres, dan angka Departemen Transportasi (DfT) di Inggris menunjukkan gangguan pengemudi, termasuk kelelahan dan penyakit, merupakan faktor penyebab 15 persen kecelakaan di jalan pada 2018. Akibatnya, DS mengatakan kursi pijat bahkan bisa meningkatkan keselamatan.

    Perusahaan juga mengklaim lingkungan kerja modern dapat berdampak pada pengemudi. Perusahaan mengatakan jam kerja semakin meningkat, dan pengemudi yang mengoperasikan kendaraan untuk jangka waktu yang lama dapat mengalami ketegangan dan kecemasan pada perjalanan panjang yang menyebabkan sakit punggung dan leher, postur tubuh yang buruk, dan stres.

    Vince Clisham, kepala desain produk di DS Automobiles UK, mengatakan mobil modern membuat risiko kelelahan yang lebih besar, dan ia yakin kursi pijat dapat membantu meningkatkan keselamatan dan membuat perjalanan yang lebih menyenangkan.

    "Jelas bahwa gangguan dan keletihan pengemudi berkontribusi secara signifikan terhadap kemungkinan kecelakaan jalan di jalan-jalan setiap tahun, dengan berkendara modern, terutama perjalanan panjang dan kondisi lalu lintas yang menantang, sering kali mengarah pada perasaan stres dan kecemasan," katanya.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.