Suzuki Incar 80 Persen Pangsa Pasar Pikap di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Carry generasi terbaru diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Suzuki Carry generasi terbaru diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Sumber Baru Mobil, main dealer Suzuki untuk wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas memasang target tak main –main untuk penjualan seri pikap andalannya, Suzuki Carry, di tahun 2020.

    Setelah sukses mendulang market share sebesar 64,2 persen pada 2019 dengan rata rata penjualan 250 an unit per bulan, PT Sumber Baru Mobil langsung menaikkan target market share pikap tahun 2020 di wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas.

    "Untuk tahun 2020, khusus penjualan pikap Carry kami dipatok APM (Agen Pemegang Merek) mengejar target market share 80 persen," ujar General Manager PT Sumber Baru Mobil Rizki Indriananta kepada Tempo Selasa 28 Januari 2020.

    Rizki menuturkan penjualan Carry di wilayahnya pada 2019 melampaui market share nasional yang terkunci di angka 57,9 persen. Penjualan pada 2019 di wilayah DIY itu pun telah melampaui target dari semula dipatok hanya 60 persen.

    Untuk mencapai target market share itu, Rizki menuturkan pihaknya menggelar sejumlah program. Salah satunya selama Januari 2020 ini memberikan potongan diskon hingga Rp 25 juta untuk pembelian unit Carry yang varian terendahnya di banderol Rp 146 juta.

    Rizki merinci paling diminati dari varian Carry belum beranjak yakni tipe Flat Deck atau FD. Rizki menuturkan semula pengguna varian Carry kebanyakan para konsumen yang tinggalnya di wilayah perbukitan dan pegunungan. Sehingga varian FD laris.

    Namun belakangan dengan adanya varian Flat Deck AC/PS penjualannya makin meningkat seiring naiknya permintaan konsumen yang tinggal di kawasan perkotaan.

    Rizki tak menampik pula, proyek pembangunan bandara baru di Kulon Progo Yogyakarta yang dikebut pada 2019 lalu secara tak langsung ikut mengerek kenaikan permintaan seri pick up Suzuki Carry.

    “Walaupun tahun 2019 disebut perekonomian melambat, selama program infrastruktur yang dicanangkan pemerintah pusat berjalan, itu membuat geliat aktivitas perekonomian di level bawah-menengah terus bergerak,” ujarnya.

    Menggeliatnya perekonomian sektor mikro menengah itu, ujar Rizki, menurutnya tampak dari terus menguatnya sektor usaha para pelakunya. Salah satunya dengan cara melengkapi alat penunjang produksi dan distribusinya.

    Selain menggeber diskon untuk Suzuki Carry, Rizki menuturkan pihaknya juga menerapkan diskon Rp 25 juta untuk pembelian unit Suzuki Ertiga pada Januari 2020 ini dari harga on the road Rp 226 -250 an juta.

    “Untuk Suzuki Ertiga kami targetkan ada kenaikan market share dari tahun 2019 lalu 12,5 persen menjadi 15 persen tahun ini,” ujarnya.

    Berdasarkan data Gabungan Industrik Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang 2019, Suzuki Carry merajai penjualan pikap di kelas mesin bensin. Carry mencatat total penjualan wholesales sebesar 43.171 unit. Disusul Daihatsu Gran Max PU (35.926 unit), Suzuki Carry Futura (9.523 unit), Suzuki Mega Carry (2.277 unit), dan DFSK SuperCab (1.875 unit), Mitsuishi Colt T120SS (720 unit), dan Daihatsu Hi Max (95 unit).

    Di mesin diesel, Mitsubishi L300 terlaris dengan penjualan 28.429 unit, disusul Isuzu Traga 6.362 unit, Isuzu Panther PU (542 unit), Tata Super Ace (340 unit), DFSK SuperCab (167 unit), Tata Ace Ex2 (31 unit). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.