Pabrik Renault di Wuhan Kembali Beroperasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Renault dan Nissan terlihat di depan dealer perusahaan di Reims, Prancis, 9 Juli 2019. REUTERS / Christian Hartmann

    Logo Renault dan Nissan terlihat di depan dealer perusahaan di Reims, Prancis, 9 Juli 2019. REUTERS / Christian Hartmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen otomotif Prancis, Renault, dikabarkan bakal kembali mengoperasikan fasilitas produksinya di Wuhan, Cina, pada 10 Februari 2020.

    Padahal, Ibu Kota Provinsi Hubei itu menjadi lokasi awal penyebaran virus corona atau coronavirus. Akses untuk masuk dan keluar dari Wuhan hingga saat ini masih ditutup untuk mencegah penyebaran yang lebih masif wabah mematikan tersebut. 

    Dilansir dari Reuters, Rabu, 29 Januari 2020, Renault memang tercatat memiliki pabrik di Wuhan. Fasilitas tersebut dijalankan oleh perusahaan lokal, yaitu Dongfeng Group.

    "Renault akan melanjutkan produksi di pabrik yang dijalankannya bersama Dongfeng Group di Wuhan," demikian disampaikan oleh juru bicara dari pabrikan mobil asal Prancis tersebut. 

    Operasional kembali itu akan dimulai pada 10 Februari 2020. Dengan begitu, fasilitas produksi itu tidak beroperasi selama delapan hari sejak  berakhirnya liburan Tahun Baru Imlek yang kemudian diperpanjang oleh otoritas Cina akibat meningkatkan kasus virus coronan.

    Perpanjangan periode liburan itu  dilakukan dalam upaya membatasi penyebaran virus corona, yang telah menginfeksi ribuan dan menewaskan lebih dari 100 orang.

    Angka kematian akibat wabah virus corona di Cina naik menjadi 132 orang pada Rabu pagi, 29 Januari 2020, waktu setempat, menurut Komisi Kesehatan Nasional Cina dengan jumlah total kasus yang dikonfirmasi di seluruh negeri yang mencapai hampir 6.000.

    Sebelumnya, Dikutip dari Reuters, Selasa, 28 Januari 2020, sejumlah pabrikan global yang memiliki fasilitas produksi di Negeri Tirai Bambu dinilai bakal terdampak akibat penyebaran virus tersebut.

    Produsen otomotif global asal Jepang, Honda Motor, tercatat memiliki tiga pabrik di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, Cina. Seperti diketahui, wabah mematikan tersebut berawal dari Wuhan yang saat ini akhirnya ditutup.

    Honda Motor pun berencana untuk mengevakuasi beberapa stafnya di kota tersebut.

    Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura pun angkat bicara terkait kondisi tersebut. Dia memperingatkan bahwa kinerja perusahaan dan produksi pabrik bakal terdampak signifikan akibat wabah virus corona yang telah mengguncang pasar global tersebut.

    Apalagi, Cina merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua Jepang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.