Honda Percepat Layanan Servis dengan Program Quick Maintenance

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Servis Bengkel Honda

    Servis Bengkel Honda

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor meluncurkan program Quick Maintenance untuk servis perawatan berkala. Dengan layanan ini, pelanggan secara otomatis mendapatkan prioritas untuk servis perawatan berkala dengan waktu yang lebih cepat tanpa mengantri, karena dikerjakan oleh dua teknisi andal yang telah tersertifikasi dan dilengkapi dengan tools khusus.

    Service & Parts Assistant General Manager PT HPM, Denny MT, mengatakan bahwa perawatan berkala adalah salah satu layanan yang penting dilakukan untuk menjaga kondisi mobil tetap prima. “Kami ingin memberikan prioritas kepada konsumen mulai dari penerimaan hingga penyerahan untuk memberikan jaminan kepastian waktu servis perawatan berkala sehingga meningkatkan kepuasan konsumen Honda,” kata Denny dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 30 Januari 2020.

    Menurut Denny, program Quick Maintenance ini dapat dilakukan untuk semua model mobil Honda dengan jarak tempuh mulai dari 10.000 kilometer – 100.000 kilometer tanpa keluhan atau perbaikan lainnya.

    Konsumen dapat menghubungi dealer resmi Honda terdekat maksimal 1 hari sebelum melakukan perawatan untuk mendapatkan layanan Quick Maintenance. Setelah melakukan booking, konsumen akan mendapatkan estimasi waktu untuk pengerjaan servis di dealer yang bersangkutan.

    Menurut Denny, pengerjaan perawatan berkala dengan Quick Maintenance ini memakan waktu 60 hingga 210 menit, sesuai dengan masing-masing kilometer dan model kendaraan. Jika waktu pengerjaan servis yang dilakukan melewati waktu yang telah dijanjikan, konsumen berhak mendapatkan kompensasi dari masing-masing dealer. “Untuk mendapatkan layanan ini, konsumen tidak perlu membayarkan biaya tambahan,” ujar dia.

    Hingga saat ini Honda telah menerapkan layanan ini pada 15 dealer resmi Honda dan berencana untuk menerapkan hingga 40 dealer di tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara