KIA Sebut Akan Meluncurkan Mobil Listrik Baru di GIIAS 2020

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panel kemudi Mobil listrik hibrida, Kia K5 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat peluncuran produk terbaru Kia Motors di Seoul, Korea Selatan 12 Juli 2016.  REUTERS/Kim Hong-Ji

    Panel kemudi Mobil listrik hibrida, Kia K5 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat peluncuran produk terbaru Kia Motors di Seoul, Korea Selatan 12 Juli 2016. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Kreta Indo Artha (KIA) sebagai APM Kia di Tanah Air akan menghadirkan sejumlah produk baru pada tahun ini. Salah satu diantaranya adalah mobil listrik yang kemungkinan akan mejeng di Gaikindo International Indonesia Auto Show 2020.

    "Ada dong, mungkin nanti ada satu di GIIAS. Modelnya nantilah,"ujar Marketing & Development Division Head, Ario Soerjo, Jumat 31 Januari 2020.

    Ario menyatakan bahwa Kia akan menyusul Hyundai yang sudah lebih dulu memasarkan mobil full listrik di Indonesia lewat Ioniq. Hanya saja, dia belum mau membeberkan lebih detail produk apa yang akan hadir. Apakah murni Full Listrik, Hybrid, atau Plug-in Hybrid.

    "Kalau lihat dari line up sendiri, Kia itu mainnya kayak Hyundai. Jadi ya mungkin Full Listrik,"ujarnya.

    Kita belajar dari Hyundai, kata Ario yang berani menghadirkan Ioniq full listrik. Ya, Sedan listrik pabrikan asal Korea Selatan tersebut memang sudah resmi dipakai sebagai armada taksi online yang beroperai di area Bandara Soekarno Hatta.

    "Kalau saudara (Hyundai) harganya segitu, ya kita belajar lah,"ucapnya.

    Lebih lanjut, Ario belum berani menyebut bahwa mobil listrik Kia yang bakal hadir di GIIAS 2020 itu akan dijual atau hanya sebatas display. Namun yang pasti Kia akan menghadirkan mobil ramah lingkungan tersebut.

    "Minimum dipamerkan, karena GIIAS itu punya future mobility launch. Pas lah Kia nongol di situ,"ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.