Pecinta Moge Se Jawa-Bali Gelar Rolling Thunder di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecinta moge se Jawa Bali meriahkan perhelatan Slowman 2nd Anniversary yang digelar komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sleman, Minggu sore, 2 Februari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Pecinta moge se Jawa Bali meriahkan perhelatan Slowman 2nd Anniversary yang digelar komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sleman, Minggu sore, 2 Februari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ratusan pecinta motor gede atau moge dari berbagai wilayah se Jawa Bali mengikuti rolling thunder atau touring bersama menyusuri kawasan Sleman utara khususnya dataran tinggi Kaliurang, Minggu, 2 Februari 2020.

    Dalam kegiatan yang menjadi rangkaian bertajuk Slowman 2nd Anniversary yang dihelat komunitas Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Sleman itu berbagai jenis motor besar turun dan melibatkan tak kurang 500 peserta.

    Sseri klasik dan modern di jajaran Harley-Davidson ada di antaranya Road Glide, Street Glide, Softail, Road King, Police ,WLA, WLC, Springer, Shovelhead hingga Dyna dengan tahun tertua rilisan 1951.

    Selain Harley, turun pula berbagai motor classic seperti Norton, BSA, dan Triumph.

    "Peserta terjauh kegiatan ini datang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat," ujar Ketua HDCI Sleman Ervin Afrianto di sela acara.

    Ervin mengungkapkan dalam acara yang dipusatkan di Jogja City Mall itu, sekaligus mengajak para bikers di dari berbagai daerah yang datang untuk selalu menjaga sikap dan diri saat berkendara di jalanan.

    "Kami ingin mengajak para bikers selalu sadar, bisa menjaga sikap, jangan arogan di jalanan," ujar Ervin.

    Ervin tak menampik, stempel arogansi selama ini masih kerap dilekatkan pada komunitas motor tak terkecuali motor besar. Sikap segelintir oknum pengendara moge yang masih ugal ugalan di jalanan, mau menang sendiri, menurutnya sudah bukan masanya lagi dan harus segera ditinggalkan.

    "Dalam komunitas sudah ada aturan jelas, agar tertib berlalu lintas. Ini berlaku untuk semua bikers, terutama HDCI," ujarnya.

    Ervin mengatakan bagi oknum yang masih nekat berkendara ugal ugalan dan arogan di jalanan pun jelas sanksinya. Yakni dikeluarkan dan tidak akan pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan komunitas.

    Ervin menambahkan lewat kegiatan ini sekaligus menjadi pemanasan HDCI Yogya untuk menyongsong hidupnya lagi kegiatan akbar Jogja Bike Rendezvous atau JBR yang terakhir digelar 2015 lalu.

    Rencananya JBR yang biasanya mendatangkan hingga 5000 driver se Indonesia dan manca negara itu akan dihelat 2021 mendatang.

    "Lewat event JBR itu, kami ingin para bikers yang ada makin mengenal Yogya dan menyambangi destinasi destinasi wisata yang tersebar di sini," ujarnya.

    Ervin menambahkan lewat event itu pihaknya pun mengajak komunitas motor khususnya motor besar saat menggelar berbagai event juga melakukan sesuatu aksi nyata. Tidak sekedar touring dan kumpul namun juga mempromosikan wisata, juga menggelar bakti sosial atau aksi lingkungan.

    Pecinta moge se Jawa Bali meriahkan perhelatan Slowman 2nd Anniversary yang digelar komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sleman, Minggu sore, 2 Februari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Ketua Panitia Slowman 2nd Anniversary Muslih Efendi alias Pendi Samu menuturkan tak kurang 40 klub moge terlibat dalam acara itu.

    Seperti HDCI, Harley Owners Group (HOG), Motor Besar Club (MBC), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), hingga Road Glide Owners Group (RGOG).

    "Rolling thunder ini selain untuk mengenalkan destinasi wisata di kawasan Yogya khususnya Sleman, juga menjadi silaturahmi bikers se Jawa Bali bertukar informasi mengenai motor gede," ujarnya.

    Usai rolling thunder, digelar berbagai prosesi unik seperti kirab bergada, pemotongan tumpeng hingga barongsai untuk menghibur para bikers dan warga yang memadati kawasan Jogja City Mall.

    Dalam perhelatan ini selama acara dimeriahkan dengan berbagai macam merchandise booth hingga kuliner, fun game juga bakti sosial.

    Selain itu panitia pun menyediakan doorprize berupa dua unit sepeda motor dengan cara membeli kaos merchandise seharga Rp 250 ribu selama acara berlangsung.

    Di penghujung acara atau malam harinya bikers penggemar moge disuguhi penampilan penyanyi Nella Kharisma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.