3 Tahun Dipasarkan, Pikap DFSK Super Cab Terjual 3.417 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • pikap DFSK SuperCab menjadi kontributor terbesar dengan penjualan sebanyak 161 unit.

    pikap DFSK SuperCab menjadi kontributor terbesar dengan penjualan sebanyak 161 unit.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sokonindo Atomobile, agen pemegang merek Dongfeng Sokon (DFSK) di Indonesia, mengumumkan telah menjual sebanyak 3.417 unit pikap DFSK Super Cab selama tiga tahun memasarkannya di Tanah Air.

    Di segmen ini, Super Cab berkompetisi dengan banyak pemain seperti Suzuki Carry, Daihatsu Gran Max, Mitsubishi T120SS, Tata Ace, Mitsubishi L300, dan Hyundai H-100. Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max merupakan market leader dengan penjualan masing-masing sebesar 43.171 unit dan 35.926 unit sepanjang tahun lalu.

    DFSK mengklaim penjualan Super Cab meningkat drastis pada 2019 dengan angka 2.042 unit atau naik 67 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya. “DFSK memulai perjalanan di Indonesia dengan meniagakan kendaraan komersial DFSK Super Cab yang kini semakin baik dan bisa diterima oleh konsumen di tanah air,” kata PR & Digital Manager PT Sokonindo Automobile, Arviane D. Bahar dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Senin, 3 Februari 2020. 

    Menurut Arviane, DFSK Super Cab yang memang didesain khusus sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia terlihat dari rancang bangun kendaraan yang cocok untuk kontur jalanan dan suasana di Indonesia yang beraneka ragam, mulai dari jalanan tidak rata, kontur jalanan yang berbukit, sampai kondisi lalu lintas yang padat.

    Sasisnya menggunakan teknologi Nine Horizontal dan Two Longitudinal beams yang turut menambah stabilitas dan kekuatan untuk menempuh berbagai medan dengan beban yang ada.

    Rancang bangun yang sempurna untuk jalanan di Indonesia serta ditunjang juga dengan ukuran bak belakang yang lebih besar dibandingkan rata-rata kendaraan komersial ringan di kelasnya, menjadikan kendaraan ini memiliki keunggulan yang super. Sebagai catatan untuk bak belakang berukuran 2,310 mm x 1,670 mm x 340 mm (PxLxT) dan mempunyai kapasitas daya angkut hingga 1.399 Kilogram siap membawa lebih banyak barang bawaan dengan stabil dan kokoh.

    Sebagai pelengkap dari semua kehandalan DFSK Super Cab, Performa yang ditawarkan termasuk yang terbaik dengan menawarkan mesin yang kuat, irit bahan bakar, dan perawatan yang mudah. DFSK Super Cab dilengkapi dengan mesin bensin DK15 1.500 cc bertenaga 102 daya kuda dan torsi 140 Nm yang sudah pasti handal untuk area perkotaan. Sedangkan untuk kontur jalan yang berbukit, DFSK menawarkan mesin 1.300 cc turbodiesel yang hadir dengan torsi lebih kuat 190 Nm dan tenaga 75 daya kuda.

    DFSK mengklaim Super Cab menawarkan konsumsi bahan bakar yang terbilang irit dan ramah untuk operasional. Berdasarkan data yang dikeluarkan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hasilnya DFSK Super Cab 1.5 Gasoline memiliki catatan konsumsi bahan bakar 13.59 Kilometer/liter dan DFSK Super Cab 1.3 Diesel Turbo mencatat efisiensi bahan bakar 16.19 kilometer/liter yang pastinya menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya.

    “Semua keunggulan dan kemampuan yang ditawarkan oleh DFSK Super Cab membuat kendaraan komersial ini tidak hanya diterima oleh konsumen di tanah air, namun juga sampai ke mancanegara. Tahun lalu kami sudah melakukan ekspor DFSK Super Cab ke Filipina dan kerja sama ini akan berlanjut juga di tahun 2020,” ujar dia.

    Arviane menambahkan, calon konsumen yang ingin melakukan pembelian DFSK Super Cab bisa memanfaatkan sejumlah kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan program penjualan di awal tahun 2020. Konsumen bisa memiliki DFSK Super Cab tanpa harus memberikan DP, cicilan mulai dari Rp100 ribu per hari, paket DP rendah hanya Rp9 juta (on the road DKI Jakarta), serta cashback mulai dari Rp 19 juta.

    “Di tahun 2020, kami bertekad untuk memperluas konsumen kami di segmen kendaraan komersial dengan menghadirkan model-model baru yang akan menjadi solusi kebutuhan di berbagai sektor usaha," tutur Arviane.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.