Tesla Gandeng CATL untuk Memasok Baterai Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintas di kawasan Pabrik mobil listrik Tesla yang tengah dibangun di Shanghai, Cina 18 Oktober 2019. Pabrik yang diberi nama Gigafactory 3 ini rencananya mulai beroperasi Oktober 2019. REUTERS/Aly Song

    Pekerja melintas di kawasan Pabrik mobil listrik Tesla yang tengah dibangun di Shanghai, Cina 18 Oktober 2019. Pabrik yang diberi nama Gigafactory 3 ini rencananya mulai beroperasi Oktober 2019. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla, mengumumkan kemitraan dengan CATL, produsen baterai terbesar Cina, Kamis pekan lalu, seperti dilansir China Daily, Senin, 3 Februari 2020. 

    Menurut Tesla, CATL telah menjadi pemasok baterai tenaga ketiganya, mengikuti Panasonic (Jepang) dan LG Chem (Korea Selatan). Rincian lebih lanjut tentang kolaborasinya dengan CATL akan diungkapkan pada bulan April 2020.

    Kerja sama dengan pembuat baterai terkemuka Cina adalah tanggapan Tesla terhadap permintaan besar untuk baterai dalam mengembangkan pasar mobil listrik Cina, menurut portal mobil Gasgoo.

    Dengan berdirinya gigafactory di Shanghai dan pengiriman kendaraan Model 3 buatan Cina, Tesla bekerja untuk memperluas pasokan baterai, dalam upaya untuk mengurangi risiko perdagangan dan meningkatkan daya tawar perusahaan.

    Pada tahun 2019, Tesla mengirimkan total 367.500 unit kendaraan, menandai pertumbuhan Year on Year sebesar 50 persen. Pada kuartal keempat tahun lalu, Tesla mengirimkan 112.000 kendaraan di seluruh dunia, mencapai rekor tertinggi.

    Tesla mengatakan telah menghasilkan total pendapatan sebesar US$ 7,38 miliar (setara Rp 101,4 triliun) pada kuartal keempat tahun fiskal 2019, naik 2 persen dari periode yang sama tahun 2018.

    Selain itu, berkolaborasi dengan CATL dalam memasok baterai kendaraan listrik diharapkan dapat membantu Tesla memangkas biaya sambil meningkatkan produksinya.

    Tesla Model 3 dan Model Y buatan Cina di Shanghai akan lebih kompetitif dengan mengadopsi baterai CATL, kata para analis.

    Untuk CATL, kemitraan dengan Tesla akan lebih meningkatkan pangsa pasarnya di pasar kendaraan energi baru dan meningkatkan daya saingnya secara keseluruhan, kata para analis.

    Menurut Aliansi Inovasi Industri Baterai Otomotif Cina, total baterai 62,2 gigawatt per jam dipasang di Cina tahun lalu, di mana 31,46 GWh berasal dari CATL. Pembuat baterai memperoleh lebih dari 50 persen pangsa pasar negara itu.

    Sebelum bekerja sama dengan Tesla, CATL bekerja dengan berbagai produsen ternama, termasuk Mercedes-Benz, BMW, Volkswagen, Toyota, Volvo, Geely, SAIC, BAIC dan GAC Group.

    CATL juga mempercepat pengembangan di luar negeri. Perusahaan ini memulai pembangunan pabrik luar negeri pertamanya di Erfurt, Jerman, tahun lalu.

    Pabrik itu akan memproduksi baik sel baterai kendaraan listrik dan modul untuk mitra CATL di Eropa. Pabrik ini diharapkan menjadi pabrik baterai lithium terbesar di negara ini, dengan kapasitas produksi yang dirancang sebesar 14 GWh pada tahun 2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.