Gaikindo: Virus Corona Berpotensi Ganggu Otomotif Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan memberikan pertolongan kepada pasien suspect virus Corona saat simulasi penanganan medis di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat, 31 Januari 2020. RSUD Raja Ahmad Tabib menjadi salah satu rumah sakit di Kepulauan Riau yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan virus asal Wuhan, Cina tersebut. ANTARA/Andri Mediansyah

    Petugas kesehatan memberikan pertolongan kepada pasien suspect virus Corona saat simulasi penanganan medis di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat, 31 Januari 2020. RSUD Raja Ahmad Tabib menjadi salah satu rumah sakit di Kepulauan Riau yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan virus asal Wuhan, Cina tersebut. ANTARA/Andri Mediansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengingatkan bahwa virus corona dapat mengganggu industri otomotif Indonesia jika wabah mematikan itu berlangsung lama.

    “Dampaknya sangat luas. Tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi bisa merembet ke industri otomotif,” kata Nangoi usai konferensi pers tentang pameran kendaraan komersial Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) di Jakarta, 4 Februari 2020.

    Menurut Nangoi, saat ini Cina memegang 17 persen ekonomi dunia. Jika di dalam negeri Cina terganggu, dampak negatif juga akan dirasakan negara-negara lain, terutama yang memiliki hubungan ekspor impor. “Sederhananya begini, kalau (ekonomi) Cina slow down akibat virus corona, otomotif di Indonesia juga akan terganggu,” ujar dia. “Mudah-mudah wabah ini tidak akan berlangsung lama.”

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan tidak akan menghentikan impor suku cadang otomotif dari Cina meski merebak virus corona. Ia mengatakan penghentian impor sementara itu bakal dilakukan hanya untuk barang konsumsi.

    "(Untuk otomotif) enggak lah, sparepart kan enggak ada yang makan," ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.

    Terkait daftar barang yang bakal dilarang impornya, tutur dia, akan difinalkan kembali dalam rapat esok hari. Sebab, keputusan itu memerlukan koordinasi beberapa lembaga, antara lain Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, dan BPOM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.