Yamaha Nmax Terbaru Incar Konsumen yang Ingin Naik Kelas

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Valentino Rossi menunggang Yamaha Nmax dan Maverick Vinales menggunakan Yamaha WR 155 di Cengkareng, Banten, Selasa, 4 Februari 2020. TEMPO/Wira Utama

    Valentino Rossi menunggang Yamaha Nmax dan Maverick Vinales menggunakan Yamaha WR 155 di Cengkareng, Banten, Selasa, 4 Februari 2020. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - All New Yamaha Nmax 155 resmi dijual. Skuter bongsor ini diharapkan bisa menjadi pilihan untuk konsumen yang ingin naik kelas.

    "Nmax baru yang standar dan ABS Connected itu bisa membuat pilihan konsumen makin banyak. Konsumen itu ada yag mau naik kelas. Nah ini jawabannya," kata Manager Public Relations PT Yamaha Indonesia Motor Indonesia, Antonius Widiantoro, Selasa, 4 Februari 2020.

    All New Nmax, kata Anton, tidak sekadar berubah desain. Tapi juga hadir dengan teknologi dan fitur-fitur yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat.

    "Naik kelas bukan sekadar desainya yang berubah tapi teknologi dan fitur juga meningkat. Konsuemen makin dimanjakan dengan fitur-fitur yang segar," ucapnya.

    Meski begitu, Anton menegaskan bahwa Yamaha Nmax model lama tetap akan tersedia. Dia juga menyatakan kalau kehadiran Nmax terbaru bukan untuk menyaingi model lama. "Sesuai kebutuhan aja, pilihannya ada di konsumen," kata dia.

    Meski begitu, Anton enggan berbicara banyak soal kapan proses pengiriman Nmax canggih ini dimulai. Kata dia, setiap daerah akan berbeda-beda.

    "Kita akan mulai mendistribusikan dalam waktu dekat dan secara bertahap. Ada yang bsa dapat cepat atau ada yang menunggu lagi," ujarnya.

    Begitupun dengan target sepanjang tahun 2020. Seperti biasa, dia enggan membeberkan target produknya. Sebanyak-banyaknya saja, kata Anton. "Kalau angka saya enggak bisa ngomong. Yang jelas dari 2015, permintaan konsumen terus meningkat," kata dia.

    Di segmen skutik bongsor 150cc, Yamaha Nmax bertarung dengan Honda PCX.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.