Ini Tanda-tanda Velg Tidak Bisa Dipakai Ban Tubeless

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ban tubeless sepeda motor. TEMPO/Wawan Priyanto

    Ilustrasi ban tubeless sepeda motor. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kini banjir beragam velg palang atau lebih dikenal velg racing. Banyak biker yang mengira bahwa semua velg model racing bisa dipakai untuk ban tubeless. Model ban tube dan tubeless memiliki model bibir ban yang berbeda. Apalagi velg racing untuk dua jenis ban ini juga memiliki spesifikasi yang berbeda. Velg racing khusus ban tubeless umumnya punya tulisan "For Tubeless" atau memiliki kode MT sebelum lebar pelek.

    Seperti dikutip di laman Suzuki, kode MT itu menandakan pelek racing bisa untuk tubeless misalnya MT1.65. Kode ini bukan sembarangan karena pabrikan pelek pun tidak berani memasang ban tubeless jika tidak ada kode itu. Namun sayang, masih cukup banyak pengguna motor yang kurang atau belum paham mengenai kode pelek untuk ban tubeless.

    Mereka yang nekat memasang ban tubeless padahal peleknya tidak cocok untuk dipasang ban tubeless biasanya akan mendapati ban tubeless yang baru saja dibelinya bocor halus. Tidak sedikit dari mereka yang mengeluh baru dua minggu membeli ban tubeless baru tapi sudah bocor alus. Ternyata penyebabnya bukan dari kualitas ban tubeless itu sendiri melainkan karena memakai pelek racing tapi bukan peruntukan untuk memakai tubeless sehingga terjadilah bocor halus.

    Hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena ternyata sampai saat ini beberapa pedagang pelek aftermarket juga belum tahu mengenai hal tersebut. Sebaiknya pemilik motor bisa berkonsultasi dengan mekanik resmi dari merek motor. Ada baiknya menggunakan velg maupun ban sesuai rekomendasi pabrik sehingga penggunaannya lebih aman dan tidak beresiko terutama keselamatan bagi pengendara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara