Alasan Volkswagen Menunda Beroperasinya Kembali Pabrik di Cina

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan bekerja di jalur produksi mobil Volkswagen Tiguan di pabrik perakitan perusahaan di Puebla, Meksiko, 10 Juli 2019. Usai memberhentikan produksi VW Kodok, Volkswagen Tiguan tetap diproduksi. BREUTERS/Imelda Medina

    Seorang karyawan bekerja di jalur produksi mobil Volkswagen Tiguan di pabrik perakitan perusahaan di Puebla, Meksiko, 10 Juli 2019. Usai memberhentikan produksi VW Kodok, Volkswagen Tiguan tetap diproduksi. BREUTERS/Imelda Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Volkswagen AG memutuskan menunda dimulainya kembali produksi kendaraannya di Cina lantaran masih dibayangi oleh meluasnya wabah virus corona.

    SAIC Volkswagen Automotive Co. yang berbasis di Cina memutuskan untuk memperpanjang masa libur produksinya hingga 17 Februari 2020. Tenggat waktu itu mundur tujuh hari dari target awal dimulainya proses produksi pada 10 Februari 2020.

    Volskwagen hanya akan memulai produksinya pada 10 Februari di satu pabrik saja. Adapaun pabrik itu terletak di Shanghai.

    Kebijakan perusahaan otomotif asal Jerman itu mengikuti langkah serupa yang diambil oleh Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co. Kedua produsen otomotif asal Jepang itu lebih dulu mengumumkan masa perpanjangan penundaan produksi kendaraannya di China.

    Volkswagen dinilai sebagai salah satu pabrikan otomotif yang paling rentan terhadap dampak wabah virus corona di Cina, berdasarkan laporan Standard & Poor (S&P).

    Pasalnya, produsen otomotif asal Jerman itu memproduksi dan menjual hampir 40 persen mobilnya di Cina.

    “Risikonya sekitar US$3,3 miliar dalam dividen yang dibayarkan oleh perusahaan patungan Volkswagen Cina kepada induknya di Jerman,” demikian laporan dari analis S&P yang dipimpin oleh Vittoria Ferraris.

    Sementara itu, produsen otomotif lainnya yakni Tesla Inc. memutuskan untuk kembali memulai produksinya sesuai jadwal yang telah ditentukan yakni 10 Februari 2020. Adapun, pabrik Tesla di Cina terletak di Shanghai.  

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.