Ducati Superleggera V4 Seganas MotoGP, Bobot Setara Ninja 250

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ducati Superleggera V4, adalah superbike yang hanya akan dijual terbatas hanya 500 unit di seluruh dunia. Sumber: carscoops.com

    Ducati Superleggera V4, adalah superbike yang hanya akan dijual terbatas hanya 500 unit di seluruh dunia. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaDucati Superleggera V4, adalah superbike yang hanya akan dijual terbatas hanya 500 unit di seluruh dunia. Motor ini mengandalkan mesin mesin 998 cc V-4 yang menghasilkan tenaga 231 hp ketika dilengkapi dengan sistem pembuangan Akrapovic jika kondisi standar untuk jalan raya 220 hp.

    Pabrikan Italia merancang Superleggera V4 untuk menjadi sepeda motor produksi pertama di dunia dengan seluruh struktur bodi dibuat dari serat karbon, termasuk rangka, subframe, roda, dan swingarm satu sisi. Yang unik, motor ini mengadopsi winglet serat karbon aerodinamis yang tajam pada fairing yang menghasilkan downforce 50 kg pada kecepatan 270 km/jam. Teknologi ini untuk meningkatkan stabilitas di tikungan berkecepatan tinggi sambil juga mengurangi kemungkinan terjadinya roda depan terangkat dari tanah. Sayap juga meningkatkan stabilitas pengereman.

    Secara keseluruhan, Ducati Superleggera V4 memiliki berat hanya 159 kg setara dengan motor 250cc seperti Ninja 250 dan hanya 152,2 kg dengan Racing Kit opsional, yang memberikan rasio power-to-weight terbaik bagi motor legal jalan. .

    Sisi lainnya, superbike mencakup sistem suspensi Ohlins ringan dengan peredam kejut titanium dan katup turunan GP yang meningkatkan redaman selama tahap kompresi awal. Ada juga fitur rem Brembo dan tutup radiator khusus yang dibuat dari aluminium solid dan kunci kontak baru yang menunjukkan nomor sasis dari masing-masing sepeda.

    Ducati hanya akan membangun 500 contoh dengan pengiriman akan dimulai pada Juni 2020.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.