Penjualan Mobil CBU dari Jepang Masih Menguasai Pasar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Camry Hybrid di Toyota Mega Web, Odaiba, Tokyo, Jepang, 26 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Toyota Camry Hybrid di Toyota Mega Web, Odaiba, Tokyo, Jepang, 26 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan mobil impor atau completely built up (CBU) 2019 mengalami penurunan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), impor mobil secara utuh sepanjang 2019 anjlok 15,6 persen menjadi hanya 46.671 unit. Impor dari Jepang, India, Thailand, dan Prancis tercatat turun, sedangkan dari Malaysia dan Jerman meningkat.

    Kendati demikian, mobil dari Jepang berhasil menguasai pasar lantaran tipisnya penurunan impor dibandingkan mobil dari India yang menurun drastis. Hampir seluruh produk dari India tersebut bermerek Suzuki, seperti Baleno, Ignis, dan SX4.

    Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena impor dari Jepang secara umum telah memiliki pasar yang mapan. "Sedangkan dari India kebanyakan pemain baru. Jadi, wajar saja kalau marketnya turun lebih dalam," ujar Azam saat dihubungi dari Jakarta, Minggu 9 Februari 2020.

    Impor dari India, khususnya merek Suzuki, diketahui turun 33,53 persen secara tahunan menjadi 11.399 unit. Sementara itu, Toyota tercatat melakukan impor sebanyak 4.154 unit Alphard 2.5 G dan 3.633 unit Voxy 2.0 AT pada 2019.

    Dia menambahkan, pada 2020, kehadiran model mobil impor diyakini tidak serta-merta merangsang pertumbuhan pasar otomotif nasional. Menurutnya, hal itu perlu selaras dengan tingkat daya beli masyarakat. "Jika ingin merangsang pasar harus kurangi pajak, terutama pajak daerah," ucapnya. Menurutnya, pajak daerah di Indonesia yang mencapai 10 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Thailand.

    Kenaikan pangsa pasar mobil impor dari Jepang didorong oleh peningkatan penjualan di segmen sedan dan mobil berpenggerak empat roda (4X4).

    Gaikindo mencatat, total penjualan mobil Jepang di segmen sedan, mobil berpenggerak dua roda (4X2), dan 4X4 menurun 5,15 persen. Meski demikian, pangsa pasarnya tercatat naik dari 3,29 persen menjadi 3,53 persen pada 2019.

    Salah satu penyumbang terbesar kenaikan pangsa pasar mobil Jepang adalah performa penjualannya di segmen sedan dan 4X4. Pada masing-masing segmen itu, mobil Jepang mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,34 persen dan 155,68 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.